Penyebab Tingginya Kasus COVID-19 di India Terungkap
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumlah kasus COVID-19 di India telah menembus angka lebih dari 1,8 juta jiwa. Dengan ini, India menjadi negara ketiga dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia, di bawah AS dan Brasil.

WowKeren - India menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Asia. Kini, penyebab tingginya angka infeksi di negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi tersebut terungkap.

Disebutkan bahwa perasaan takut dikucilkan dari lingkungan masyarakat membuat warga India enggan melakukan tes COVID-19 meski memiliki gejala. Karena terlalu takut, mereka memilih untuk mengobati diri sendiri dengan mengandalkan saran teman atau meniru resep dari orang yang sembuh.

Seorang guru di sebuah lembaga swasta di Barasat dekat Kolkata, India, mengakui bahwa ia menahan diri untuk tidak menjalani tes meskipun telah kehilangan fungsi indera penciuman dan rasa yang diketahui sebagai salah satu gejala COVID-19. Sebagai gantinya ia mengumpulkan resep dari seorang teman yang sembuh dari COVID-19, lalu mengonsumsinya.

"Dua tetangga saya dikucilkan oleh penduduk setempat setelah mereka dinyatakan positif mengidap penyakit itu. Saya tidak ingin mengalami hal yang sama. Seorang teman saya, yang selamat dari COVID-19, membagikan resepnya kepada saya. Saya mendapat obat-obatan dari apotek setempat, dan saya berharap akan baik-baik saja dalam beberapa hari," ujarnya.

Merespon fenomena tersebut, virolog Amitabh Nandy menekankan bahwa hingga kini belum ada obat untuk penyembuhan COVID-19. "Tanpa diagnosis, pengobatan dapat berbahaya. Diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter sebelum menulis resep. Sayangnya, pandemi belum ditangani dengan baik. Belum ada mekanisme untuk mengatasi ketakutan masyarakat. Itu menambah kesengsaraan. Bahkan apotek menjual obat-obatan tanpa verifikasi yang tepat," kata Nandy.


Profesor bedah di Rumah Sakit SSKM di India, Dr Diptendra Sarkar, mengatakan pengobatan sendiri adalah alasan mengapa tingkat kematian di Bengal meningkat. Pasien yang seharusnya bisa sembuh tanpa banyak basa-basi, bergegas ke dokter hanya ketika situasinya sudah parah. Mereka mengunjungi dokter dengan gangguan pernapasan, setelah upaya pengobatan sendiri gagal.

"Ada pasien yang bertanya kepada saya apakah mereka harus menyetok obat hydroxychloroquine dan steroid di rumah. Karena menurut pasien, banyak orang membawa pil hydroxychloroquine di saku, padahal obat-obatan ini dapat memiliki efek samping," paparnya, sebagaimana dilansir dari Republika.

"Yang perlu diingat adalah jika mereka tidak mengikuti pedoman dan menyembunyikan gejala-gejala atau memanjakan diri dalam pengobatan sendiri, itu bisa membahayakan kesehatan mereka sendiri serta sekitar," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini India telah mencatat sebanyak 1,812,770 kasus COVID-19 berdasarkan data statistik Worldometers.info. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 38,249 jumlah kematian dan 1,190,736 pasien sembuh. India sendiri menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi ketiga di dunia.

Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 18,2 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 692,973 angka kematian. Ada lebih dari 11 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,099,557 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts