Haji Terbatas 2020 Sukses, Arab Saudi Lakukan Evaluasi Untuk Persiapan Umrah
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan mengevaluasi pelaksanaan Haji 2020 yang baru saja selesai dilaksanakan. Dari evaluasi tersebut, pemerintah setempat akan mengusahakan pengadaan ibadah umrah kembali.

WowKeren - Arab Saudi sukses menggelar ibadah haji terbatas 2020 di tengah pandemi virus corona (COVID-19) dengan melaporkan nol kasus baru. Bahkan pada Jumat (31/7) lalu, ada tambahan 1.686 kasus COVID-19 baru namun tak ada yang terdeteksi di antara jamaah haji.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan mengevaluasi pelaksanaan Haji 2020 yang baru saja selesai dilaksanakan. Pada pelaksanaan haji lalu, Saudi telah membuka kuota 1.000 warga Saudi dan WN asing yang tinggal di Saudi.

Namun, untuk pembukaan umrah pihak Saudi masih belum memberikan keputusan apapun. Pasalnya, sejak Februari 2020, Saudi menangguhkan ibadah umrah karena adanya pandemi.

Dilansir saudigazzete, Wakil Menteri Haji dan Umrah Hussein Al-Sharif, mengatakan pihaknya akan segera mengevaluasi haji tahun ini untuk memulai persiapan umrah. Saudi akan mengevaluasi peraturan untuk jemaah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yakni, memberlakukan prosedur kesehatan, mengurangi kuota hingga menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona.


Sebelum dan setelah beribadah di Tanah Suci, para jemaah haji harus isolasi diri di rumah selama tujuh hari. Kementerian Kesehatan mengawal para jemaah sesuai dengan protokol kesehatan.

Para jemaah akan mengenakan gelang pintar yang tersambung dengan aplikasi milik Kemenkes Arab Saudi sehingga mobilitas mereka bisa dimonitor. Setelah menunaikan haji, para jemaah akan dikembalikan ke tempat penginapan di Mekkah. Selanjutnya, mereka akan dibawa ke bandara jika ingin pulang melalui perjalanan udara.

Sedangkan bagi mereka yang pulang ke kota-kota melalui jalur darat, kementerian menyediakan fasilitas transportasi dan akan memantau kondisi kesehatan jemaah. Pemerintah juga memastikan kepatuhan jemaah sesuai dengan aturan karantina.

Al-Sharif memuji layanan, pengaturan, dan pengorganisasian untuk musim haji tahun ini yang memungkinkan para jemaah untuk melakukan ibadah mereka dengan mudah dan nyaman. Petugas kebersihan membersihkan halaman dalam dan luar Masjid al-Haram hingga 10 kali sehari selama pandemi virus corona. Selain itu, jemaah haji yang boleh mengikuti ibadah adalah orang-orang yang belum pernah berhaji dan berusia 20 - 50 tahun.

Sebelumnya, kesuksesan pelaksanaan haji terbatas 2020 ini mendapatkan pujian dari Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada kerajaan Arab Saudi atas langkah-langkah yang telah dilakukan untuk membuat haji seaman mungkin tahun ini," tutur Tedros di Jenewa. "Ini merupakan contoh kuat dari jenis tindakan yang dapat dan harus dilakukan oleh suatu negara untuk beradaptasi dengan situasi new normal."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts