Pakar Yakin Kasus Positif Corona di RI Sudah Tembus 1 Juta Orang Karena 3 Alasan Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Para pakar epidemiologi meyakini kasus positif COVID-19 yang telah dikonfirmasi pemerintah hanya sekitar sepersepuluh kondisi aktual di lapangan. Epidemiolog Pandu Riono pun membeberkan alasannya.

WowKeren - Sampai Selasa (4/8) kemarin, Indonesia telah melaporkan 115.056 kasus positif COVID-19. Namun ternyata ahli epidemiologi meyakini jumlah kasus positif COVID-19 Indonesia jauh lebih banyak daripada itu, bahkan sampai 1 juta orang.

Epidemiolog Dicky Budiman misalnya, menduga total pasien positif COVID-19 di Indonesia barangkali sudah setara dengan India yang mencapai 1 juta lebih orang. Ahli yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Griffith University, Australia ini mendasari dugaannya pada kasus-kasus tanpa gejala.

"Prediksi saya adalah bahwa jumlah orang Indonesia saat ini yang terinfeksi COVID-19 adalah sekitar satu juta," ujar Dicky kepada The Sydney Morning Herald, dilansir Rabu (5/8). "Karena mayoritas dari mereka tidak menunjukkan gejala."

"Ini adalah masalah yang sangat serius karena tidak menunjukkan gejala bukan berarti mereka tidak memiliki penyakit di tubuh mereka. Jadi kita perlu menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama kita. Pencegahan masih lebih baik daripada terinfeksi oleh COVID-19," imbuh Dicky.


Hal senada juga pernah secara tersirat disampaikan oleh epidemiolog asal Universitas Indonesia, Pandu Riono. Pandu, yang secara spesifik mengkritik keras jumlah tes PCR yang diadakan pemerintah, meyakini jumlah kasus yang terkonfirmasi hanya sekitar sepersepuluh fakta di lapangan.

Pandu pun membeberkan 3 alasan di balik prediksinya itu. "(Alasan pertama) ada banyak anak muda (di Indonesia). (Alasan kedua) pengujian terbatas dan ketiga penularannya masih tinggi. Tingkat kepositifan (positivity rate) adalah 10 atau 12 persen (dari total orang yang diuji)," jelas Pandu, dikutip dari Kumparan, Rabu (5/8).

Pandu membenarkan bahwa jumlah tes PCR yang diadakan di DKI Jakarta sudah melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni memeriksa satu suspect per seribu populasi tiap minggunya. Namun kondisi ini belum merata dan tidak ditemukan di daerah selain Ibu Kota. Tingkat kepositifan di daerah selain Jakarta pun masih luar biasa tinggi.

Sementara itu, pemerintah mengonfirmasi sebanyak 1.922 kasus positif COVID-19 pada Selasa (4/8) kemarin, sehingga total pasien di Indonesia mencapai 115.056 orang. Sebanyak 1.813 orang dikonfirmasi sembuh, sehingga totalnya 72.050 pasien. Sedangkan ada 86 pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19, sehingga totalnya menjadi 5.388 kasus.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts