Buruh Tani Nekat Curi Ponsel Demi Anak Belajar Online, Korban Ikhlas Cabut Laporan Polisi
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Masrokhan, mengungkapkan bahwa laporan terkait kasus pencurian tersebut sudah dicabut oleh pihak korban. Selain itu, pihak korban juga disebut telah memaafkan pelaku.

WowKeren - Seorang buruh tani berinisial A nekat mencuri ponsel pintar alias smartphone supaya anaknya dapat belajar online. Diketahui, sekolah di sejumlah daerah menerapkan pembelajaran online karena pandemi corona.

Aksi pencurian tersebut sempat dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Tarogong Kaler. Anak korban, AT, dibantu oleh temannya berhasil menemukan titik dimana smartphone tersebut aktif. Dari situ, diketahui bahwa A yang mengambil smartphone tersebut.

Namun bukannya marah, AT justru merasa terenyuh setibanya di rumah A. Buruh tani tersebut menangis di hadapan AR dan mengungkapkan bahwa ia nekat mencuri karena anaknya sudah 10 hari tertinggal pelajaran online.

Menurut A, tidak ada satu orang pun di keluarganya yang memiliki smartphone yang bisa digunakan belajar online. AT sendiri meyakini bahwa A memang terpaksa mencuri smartphone untuk kebutuhan belajar anaknya.


"Saya yakin memang tujuannya (mencuri smartphone) memang untuk agar anaknya belajar," tutur AT dilansir detikcom pada Rabu (5/8). "Karena cuma satu HP yang diambil, padahal ada satu HP lain dan satu laptop."

AT pun mengaku bahwa pihaknya telah memaafkan aksi A tersebut. "Bapaknya mengakui bahwa HP itu milik orangtua saya. Saya minta si bapak datang ke rumah menemui ayah saya agar tidak ada salah paham. Dia sudah datang ke rumah dan ayah saya sudah memaafkan," terang AT.

Kekinian, Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Masrokhan, mengungkapkan bahwa laporan terkait kasus pencurian tersebut sudah dicabut oleh pihak korban. Polisi pun tidak akan melanjutkan penyelidikan perkara tersebut. "Perkaranya sudah dicabut. Semua persoalan sudah selesai," ungkap Masrokhan.

Menurut Masrokhan, pihaknya juga telah mempertemukan A dan pihak korban pada Selasa (4/8) malam. Selain itu, A akhirnya juga dibelikan smartphone untuk kepentingan belajar sang anak.

"Kemarin setelah kita belikan ponsel, kita antar bapak ini untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalannya," pungkas Masrokhan. "Alhamdulillah korban ikhlas memaafkan dan mencabut laporannya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts