Dampak Ledakan Dahsyat Beirut, Muncul Kawah Selebar 124 Meter
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Ledakan besar di Beirut, Lebanon rupanya memiliki dampak yang begitu dahsyat. Selain menewaskan banyak orang, tragedi itu juga telah memunculkan kawah baru.

WowKeren - Lebanon tengah berduka setelah diguncang ledakan dahsyat di Beirut pada Selasa (4/3) lalu. Dampak ledakan besar ini langsung membuat area pelabuhan setempat hancur dan meratakan banyak gedung di sekitar.

Tak sampai disitu, ledakan masif ini juga telah memunculkan kawah di Beirut. Kawah tersebut dilaporkan memiliki diameter berukuran 405 kaki atau sekitar 124 meter.

Temuan ini diungkapkan CNN berdasarkan analisis dari citra satelit Planet Labs. CNN pada Kamis (6/8) memaparkan jika ukuran lebar kawah tersebut melebihi panjang lapangan sepak bola.

Dalam mengukur kawah tersebut, CNN mengandalkan perangkat lunak geospasial untuk mengukur citra satelit di lokasi ledakan. Hasil pengamatan diklaim akurat dalam jarak 10 meter.

Sebelumnya, ledakan di Beirut ini berawal dari sebuah gedung dekat pelabuhan yang tengah terbakar dan memunculkan asap putih. Kemudian tiba-tiba asap berubah menjadi oranye dan terjadi ledakan besar yang disusul terbentuknya gelombang kejut berbentuk awan jamur.


Gelombang ledakan tersebut langsung menghancurkan wilayah sekitar dalam satu sapuan dalam waktu beberapa detik. Gelombang jamur itu kemudian sirna dan memunculkan asap hitam.

Getaran dari ledakan itu bahkan dilaporkan terdengar hingga seluruh negara tersebut. Sejumlah pihak menyatakan jika getaran akibat ledakan ini bahkan terasa hingga ke Nikosia, ibu kota dari negara Kepulauan Siprus yang berjarak 240 kilometer jauhnya.

Pemerintah Lebanon terus melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan besar ini dan telah menjadikan pihak yang bertanggung jawab akan tragedi ini sebagai tahanan rumah. Dugaan awal, ledakan terjadi dari ribuan ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang penyimpanan dekat pelabuhan dan kemudian meledak.

Akibat dari musibah ini, Pemerintah Lebanon telah mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu. Dilaporkan hingga Kamis (6/8). Korban tewas telah bertambah menjadi 113 orang. Sedangkan sekitar 4.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Jumlah korban masih bisa terus bertambah mengingat hingga saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh Tim SAR. Diduga masih banyak warga yang terperangkap dalam puing-puing bangunan area ledakan.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts