Saling Bantu, Warga Lebanon Ikut Lakukan Evakuasi dan Rela Tampung Korban Ledakan di Beirut
Reuters
Dunia

Para warga membantu proses evakuasi dan menawarkan kediaman mereka untuk menampung korban yang rumahnya hancur. Diketahui, ada ratusan rumah warga yang hancur akibat ledakan tersebut.

WowKeren - Warga ibu kota Beirut, Lebanon, berbondong-bondong menawarkan bantuan menampung sesama warga korban ledakan. Mereka membantu proses evakuasi dan menawarkan kediaman mereka untuk menampung para korban yang tempat tinggalnya rusak. Diketahui, ada ratusan rumah warga yang hancur akibat insiden ledakan yang terjadi pada Selasa (4/8) tersebut.

Tawaran bantuan itu dikumpulkan oleh akun Instagram @Open Houses Lebanon. Akun itu membagikan lokasi serta nomor kontak pemilik rumah atau hotel yang bersedia lokasi mereka dijadikan penampungan sementara para korban.

Sampai saat ini akun itu sudah menyebarkan lebih dari seratus lokasi tempat penampungan sementara bagi para korban ledakan di Beirut. Lokasinya mulai dari rumah pribadi, hotel, studio dan kamar kost, sekolah, hingga tempat ibadah.

Tagar #OurHomesAreOpen juga membanjiri media sosial di Libanon. Selain itu ada juga orang-orang yang menawarkan untuk mengantar jemput korban dari dan menuju rumah sakit atau lokasi yang lebih aman. Sejumlah rumah sakit di Beirut dilaporkan sudah penuh menampung para korban luka-luka akibat ledakan.


Menurut Gubernur Beirut, Marwan Abboud, jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Dia mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal karena rusak terkena dampak ledakan.

Sedangkan Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan Beirut itu menewaskan setidaknya 135 orang dan melukai ribuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah pejabat di badan pelabuhan Beirut sebagai tahanan rumah, terkait proses penyelidikan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts