Gudang Gandum Hancur Akibat Ledakan, Persediaan Pangan Lebanon Tak Cukup untuk Sebulan
Reuters/Mohamed Azakir
Dunia

Insiden ledakan dahsyat di Beirut menyebabkan gudang yang menyimpan 85 persen pasokan gandum Lebanon hancur dan terkontaminasi sehingga persediaan pangan tak cukup untuk sebulan.

WowKeren - Insiden ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) malam waktu setempat diprediksi bakal berujung kelaparan bagi warga Lebanon. Pasalnya, gudang yang menyimpan sekitar 85 persen pasokan gandum negara tersebut dilaporkan hancur pasca terjadinya ledakan. Akibatnya, Lebanon pun hanya mempunyai persediaan gandum yang cukup untuk waktu kurang dari sebulan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi Lebanon, Raoul Nehme. Dalam keterangannya, Nehme menyebut bahwa kapal pengangkut pasokan padi-padian sedang dalam perjalanan menuju Lebanon.

Raoul Nehme juga menjelaskan kalau Lebanon setidaknya membutuhkan persediaan padi-padian untuk waktu tiga bulan sebagai jaminan keamanan pangan. Menurutnya, pemerintah sudah mencari tempat penampungan persediaan lainnya.


Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Sedangkan Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan bahwa jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Abboud mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal karena rusak terkena dampak ledakan.

Di sisi lain, ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan Beirut itu menewaskan setidaknya 135 orang dan melukai ribuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah pejabat di badan pelabuhan Beirut sebagai tahanan rumah, terkait proses penyelidikan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts