Salip Indonesia, Filipina Jadi Negara Dengan Kasus Corona Tertinggi di Asia Tenggara
Reuters
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada Kamis (6/8) hari ini, Filipina juga melaporkan 28 kasus kematian akibat COVID-19. Dengan demikian, total korban jiwa pandemi corona di Filipina kini telah mencapai 2.150 orang.

WowKeren - Filipina melaporkan 3.561 kasus virus corona (COVID-19) baru pada Kamis (6/8) hari ini. Dengan demikian, total kasus COVID-19 di Filipina kini telah mencapai 119.460, menyalip Indonesia yang mencatatkan 118.753 kasus.

Dengan demikian, Filipina kini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara. Lonjakan kasus COVID-19 di Manila membuat pemerintah Filipina terpaksa kembali menerapkan lockdown.

Pada hari ini, Filipina juga melaporkan 28 kasus kematian akibat COVID-19. Dengan demikian, total korban jiwa pandemi corona di Filipina kini telah mencapai 2.150 orang. Angka kematian Filipina ini hanya separuh dari korban jiwa COVID-19 di Indonesia, namun angka tersebut diprediksi akan meningkat seiring dengan adanya lonjakan kasus baru.

Kasus Corona

worldometers


Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengumumkan penerapan lockdown selama dua pekan di Manila dan wilayah sekitarnya pada Minggu (2/8). Melansir kantor berita Reuters, Transportasi umum telah ditutup dan WFH diterapkan di tempat yang memungkinkan. Selain itu, hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan keluar untuk mendapatkan barang-barang penting.

Di sisi lain, Filipina juga baru saja dinyatakan terjerat resesi. Otoritas Statistik Filipina melaporkan penyusutan ekonomi sebesar 16,5 persen di kuartal II 2020.

Pihak otoritas menyebut bahwa lockdown terlama di dunia yang diterapkan oleh Filipina telah menghancurkan ekonomi. Prospek ekonomi di Filipina juga disebut semakin suram seiring dengan meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19 yang kini sudah menembus angka 115 ribu orang.

Selain itu, kondisi ekonomi Filipina juga diperburuk oleh penurunan pengiriman uang dari tenaga kerja Filipina yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan data Bank Sentral Filipina, pengiriman uang tenaga kerja tersebut menurun 6,4 persen dalam lima bulan pertama di tahun 2020. Penurunan tersebut diakibatkan oleh ribuan pelaut, pembersih dan pekerja konstruksi kehilangan pekerjaan mereka di luar negeri dan kembali ke Filipina.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts