Gandeng MUI Kaji Kehalalan Vaksin COVID-19, Bio Farma Utamakan Bahan Non-Hewani
Nasional
Vaksin COVID-19

Sementara itu, Bio Farma telah menyiapkan kapasitas produksi vaksin untuk 100 juta dosis. Kapasitas ini akan ditambah hingga mampu memproduksi 250 juta dosis dalam setahun.

WowKeren - Uji klinis tahap III vaksin COVID-19 buatan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, siap dilakukan pertengahan bulan ini. Namun sebelum itu, harus dipastikan dulu jika vaksin tersebut memang halal digunakan.

Untuk itu, PT Bio Farma telah berkontak dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membicarakan perihal kehalalan ini. Bio Farma menargetkan produksi vaksin ini akan bisa dimulai pada Januari 2021, setelah melalui tahap uji klinis tersebut.

Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, menyebut jika selain berupaya untuk mendapatkan izin edar BPOM, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan Komisi Fatwa MUI dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin COVID-19 dari sisi kehalalan.

Untuk itu, Bio Farma juga disebutnya akan mengutamakan bahan-bahan yang bukan berasal dari binatang untuk pembuatan vaksin tersebut. "Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin," ujar Honesti di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8).


Sementara itu, Bio Farma telah menyiapkan kapasitas produksi vaksin untuk 100 juta dosis. Kapasitas ini akan ditambah, yang mana saat ini Bio Farma tengah menyiapkan fasilitas produksi tambahan dengan kapasitas sebesar 150 juta dosis yang akan selesai pada Desember 2020.

"Sehingga pada awal 2021, kapasitas produksi Bio Farma untuk vaksin Covid-19 bisa 250 juta dosis dalam setahun," kata Honesti. Sementara itu, gedung produksi vaksin yang baru akan selesai pada Desember mendatang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan jika vaksin COVID-19 tersebut akan mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga masyarakat diminta tak perlu risau dengan status kehalalan produk ini.

Sementara itu, Bio Farma sudah dipercaya sampai dengan 150 negara di dunia untuk memproduksi 15 jenis vaksin yang beredar. Negara tersebut termasuk negara-negara Timur Tengah sehingga tak diragukan lagi kehalalan vaksin tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts