Seorang Jemaat Gereja Tularkan COVID-19 pada 90 Orang Usai Hadiri Kebaktian
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sekitar 53 orang yang menghadiri kebaktian yang sama dengan seorang jemaat gereja tersebut mengeluhkan sakit, dan 18 orang di antaranya menularkan ke setidaknya satu orang lainnya.

WowKeren - Sekitar 91 orang jemaat gereja di Ohio, Amerika Serikat, positif terinfeksi virus corona (COVID-19) setelah tertular dari seorang pria berusia 56 tahun.

Sekitar 53 orang di antaranya diketahui mengikuti kebaktian yang sama dengan pria tersebut. Pria yang dinyatakan positif COVID-19 itu sempat menghadiri kebaktian pada pertengahan Juni lalu.

Gubernur Ohio, Mike De Wine mengatakan jika penyebaran virus corona sangat cepat, apalagi di kalangan jemaat. "(Virus) menyebar seperti api, api liar. Sangat, sangat menakutkan. Kami tahu bahwa para pemimpin keagamaan kami tidak menginginkan apapun selain melindungi orang-orang yang datang untuk beribadah," kata Wine, sebagaimana dilansir dari CNN pada Jumat (7/8).

Dalam kasus penyebaran di gereja yang lokasinya dirahasiakan itu, seorang pria berusia 56 tahun pergi ke kebaktian pada Juni lalu. Sekitar 53 orang yang menghadiri kebaktian yang sama di gereja tersebut mengeluhkan sakit, dan 18 orang di antaranya menularkan ke setidaknya satu orang lainnya.


Kini, Wine mengharuskan warga yang menghadiri layanan keagamaan untuk mengenakan masker. Dia juga sudah mengamanatkan penggunaan masker kepada orang berusia 10 tahun ke atas pada 22 Juli. Selain itu, mulai Rabu (5/8) ia mengharuskan anak-anak yang belajar di sekolah untuk mengenakan masker.

Wine juga akan mengirim surat ke gereja, masjid, dan sinagoga untuk berbagi informasi kesehatan. "Sangat penting ketika setiap kali orang berkumpul, mereka memakai masker, berlatih untuk menjaga jarak, mencuci tangan, dan saat berada di dalam ruangan, (mereka) memastikan ada ventilasi dan aliran udara yang baik," ujar Wine.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini Ohio telah mencatat sebanyak 97,490 kasus COVID-19 berdasarkan data statistik Worldometers.info. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 3,628 jumlah kematian dan 19,250 pasien sembuh.

Sementara Amerika Serikat mencatat 5,032,179 kasus COVID-19 dengan lebih dari 162 ribu kematian yang dilaporkan. Sejauh ini, ada lebih dari 2,5 juta pasien yang dinyatakan sembuh dengan kasus aktif sebanyak 2,292,707 jiwa.

Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 19,2 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 717,754 angka kematian. Ada lebih dari 12,3 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,183,069 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts