Ibas Pamer Ekonomi RI Era SBY Meroket, PDIP Singgung 'Cacat' Ini Secara Menohok
Nasional

Waketum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) puji pertumbuhan ekonomi Indonesia di era SBY, PDIP memberikan balasan dengan menyinggung ‘cacat’ pemerintahan sebelumnya.

WowKeren - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) baru saja membandingkan pertumbuhan ekonomi era Presiden Joko Widodo dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ibas menyebut jika ekonomi Indonesia meroket saat masa pemerintahan SBY, berbeda dengan sekarang yang dianggap babak belur. Komentar Ibas tersebut langsung mendapatkan tanggapan ketus dari pihak PDIP yang merupakan partai pengusung Presiden Jokowi.

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno balas menyindir adanya “cacat” dalam pemerintahan yang ditinggalkan SBY. Diantaranya adalah banyak proyek yang mangkrak hingga infrastruktur yang jauh ketinggalan.

”SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, namun tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi, karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal,” kata Hendrawan seperti dilansir dari Detik, Jumat (7/8). “Banyak proyek yang mangkrak. Bayangkan, arus mudik-balik Lebaran saja baru terurai di era Jokowi.”

Hendrawan lantas menyayangkan era pemerintahan SBY yang justru tidak memaksimalkan pembangunan infrastruktur. Padahal, masa pemerintahan SBY cukup panjang, yakni selama 2 periode atau 10 tahun. Akibat banyak proyek yang terbengkalai, Hendrawan lantas menyebut ada sejumlah pihak yang menilai pemerintahan SBY sebagai the lost decade (dekade yang hilang).


”Pembangunan infrastruktur besar-besaran seharusnya terjadi di periode lalu,” papar Hendrawan. “Program MP3EI SBY harusnya sudah berjalan sejak 2005-2010, sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya.”

”Ada yang menilai, dekade SBY adalah dekade yang datar,” sambungnya. “Bahkan, ada yang menyebut sebagai the lost decade, karena harusnya perbaikan infrastruktur dilakukan besar-besaran, sehingga kita lebih siap bersaing di tingkat global.”

Sementara soal pertumbuhan ekonomi yang tinggi di era SBY, Hendrawan menilai hal tersebut karena pengaruh perekonomian dunia. Di masa-masa itu, ekonomi dunia sedang menikmati the great moderation sehingga pertumbuhan ekonomi terus meroket tanpa adanya inflasi yang tinggi.

”Pada saat SBY memerintah, ekonomi dunia masih menikmati apa yang oleh Alan Greenspan disebut the great moderation,” jelas Hendrawan. “Situasi aman karena pertumbuhan ekonomi tinggi berjalan tanpa diikuti inflasi yang tinggi.

”Ketika terjadi krisis 2008, kebijakan Quantitative Easing (QE) AS juga berjalan efektif,” sambung Anggota Komisi XI DPR ini. “Harga-harga komoditas naik, sehingga ekspor naik signifikan. Kita didorong angin buritan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts