Tambah 150 Juta Dosis, Bio Farma Anggarkan Rp 1,3 Triliun Produksi Vaksin COVID-19
Nasional
Vaksin COVID-19

Karena jumlah populasi Indonesia cukup banyak maka diperkirakan kebutuhan vaksin juga meningkat sehingga 100 juta dosis saja dirasa tidak akan cukup memenuhi.

WowKeren - Perkembangan vaksin COVID-19 seakan kian menjanjikan. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac, untuk melakukan uji klinis tahap tiga kandidat vaksin COVID-19.

Uji klinis ini rencananya akan dimulai pada pertengahan bulan ini. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan PT Bio Farma (Persero) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk produksi vaksin ini.

Anggaran tersebut untuk memproduksi 150 juta dosis vaksin tambahan. Sebetulnya, Bio Farma hanya memiliki kapasitas produksi vaksin sebanyak 100 juta dosis. Namun karena jumlah populasi penduduk di Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa maka diperkirakan kebutuhan akan vaksin juga meningkat.

Terlebih lagi pandemi COVID-19 juga kian merebak sehingga 100 juta dosis dinilai tak akan cukup. Ia mengatakan jika untuk saat ini yang menjadi fokus pemerintah bukanlah berapa keuntungan yang akan didapat namun lebih ke keselamatan warga.


"Kapasitas 100 juta enggak cukup, tambah lagi 150 juta. Insha Allah Desember ini Bio Farma bisa produksi 250 juta per tahun," ujar Erick seperti dilansir dari Suara, Sabtu (8/8). "Paling tidak cukup, ada cost membangun 150 juta tambahan itu Rp 1,3 triliun, apakah kita mikir balik? Enggak dulu keselamatan dulu."

Ia menegaskan jika Bio Farma adalah perusahaan farmasi yang telah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin. Terlebih lagi pangsa pasar vaksin polio di dunia diproduksi oleh Bio Farma.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir soal vaksin ini. "Ternyata Bio Farma itu dari 1890 produksi vaksin. Ternyata bisa produksi 15 vaksin. Ternyata 75 persen market dari vaksin polio Bio Farma," jelas dia.

Ia berharap agar akhir 2020 proses produksi bisa segera dimulai. "Pondasi dasar kalau harus produksi 100-190 dosis, dua kali imunisasi berarti 230 juta sampai 380 juta. Kita sudah bisa 250 juta. Sisanya? Kan ada Kalbe Farma ada Sanbe mereka bisa produksi juga," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts