Jawab Kesulitan KBM di Tengah Pandemi, Kurikulum Darurat Berlaku Sampai Akhir Tahun Ajaran
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Iwan menuturkan jika kurikulum darurat ini dibuat untuk menanggapi banyaknya kendala yang dialami dalam pembelajaran jarak jauh baik oleh guru, murid, maupun orang tua.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun kurikulum darurat sebagai solusi untuk kegiatan pembelajaran di tengah pandemi COVID-19. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Iwan Syahril mengatakan kurikulum ini berlaku hingga tahun ajaran 2020-2021.

"Kurikulum ini bisa berlaku sampai akhir tahun ajaran," kata dia melalui akun Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI, Sabtu (8/8). "Jadi tidak perlu khawatir kalau COVID-19 selesai harus pindah ke kurikulum 2013 seperti sebelumnya. Nggak juga. Bisa sampai akhir tahun ajaran 2021 nanti."

Iwan menuturkan jika kurikulum darurat ini dibuat untuk menanggapi banyaknya kendala yang dialami dalam pembelajaran jarak jauh. Bukan hanya pada guru namun juga siswa dan orang tua.

Salah satu kendala para guru adalah terkait ketuntasan kurikulum. Sebab situasi belajar saat ini berbeda dari biasanya.


"Walaupun sudah disampaikan tidak usah (dituntaskan), tapi prakteknya selalu perlu dilakukan (mengejar ketuntasan kurikulum)," tutur Irwan. "Sebenarnya dari SE Mendikbud Maret lalu sudah disampaikan tidak perlu."

Selain itu, pandemi juga berdampak pada jam belajar sehingga sangat berpengaruh pada ketuntasan kurikulum. Terbatasnya waktu membuat guru kesulitan untuk mengejar pemberian materi kepada siswa.

Kendala lainnya adalah karena keterbatasan waktu tersebut, membuat guru memberikan tugas yang bertumpuk. Sehingga membuat siswa terlalu terbebani. Sedangkan di lain sisi, orang tua tidak selalu memiliki waktu untuk mendampingi anak mereka.

Kurikulum darurat memiliki 3 modul pembelajaran yakni modul untuk pendamping, modul untuk siswa dan modul untuk guru. "Modul ini bisa dilakukan secara mandiri oleh pendamping di rumah. Jadi nggak selalu harus komunikasi dengan guru. Tapi tentu koordinasi dengan guru harus berkala," ungkap Irwan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts