Trump Bagi-Bagi Uang untuk Pengangguran AS Usai Kalah Jajak Pendapat Jelang Pilpres
Dunia

Trump menambahkan USD 400 per minggu ke tunjangan penduduk Amerika yang menganggur, serta menawarkan perlindungan dari penggusuran dan bantuan untuk pinjaman mahasiswa.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Sabtu (8/8) waktu setempat menandatangani tindakan eksekutif yang berupa perpanjangan bantuan keuangan untuk penduduk Amerika yang terdampak pandemi virus corona (COVID-19), saat jajak pendapat menunjukkan sebagian besar pemilih tidak senang dengan penanganannya terhadap pandemi.

Salah satu tindakan eksekutif Trump adalah menambahkan USD 400 per minggu ke tunjangan penduduk Amerika yang menganggur, sementara dua lainnya menawarkan perlindungan dari penggusuran dan bantuan untuk pinjaman mahasiswa. Bantuan USD 400 ini lebih kecil dari USD 600 yang ditawarkan dalam paket stimulus sebelumnya.

Stimulus itu mungkin juga akan hanya sebesar USD 300 per minggu, karena Trump mengatakan USD 100 akan disediakan dari anggaran negara bagian (bukan federal), dan hanya jika negara bagian bersedia atau mampu melakukannya.

Dilansir dari CNN pada Senin (10/8), langkah ini dianggap menjadi ajang unjuk kekuatan presiden, setelah Partai Republik yang mengusung Trump dan tim Gedung Putih gagal mencapai sepakat dengan oposisi, Partai Demokrat, dalam Kongres tentang paket stimulus baru yang bertujuan untuk membantu penduduk Amerika yang menjadi pengangguran.

"Kami akan menyelamatkan lahan pekerjaan di Amerika dan memberikan bantuan kepada para pekerja di Amerika," kata Trump pada konferensi pers di klub golfnya di Bedminster, New Jersey.


Dengan angka pengangguran yang semakin meningkat, gangguan pada bisnis akibat aturan jarak sosial, dan penyebaran virus corona yang tak kunjung usai, banyak penduduk Amerika mengandalkan paket stimulus dari negara, tetapi sebagian besar berakhir pada Juli lalu.

Trump mengatakan keputusannya untuk menghindari Kongres dengan tindakan eksekutif mengartikan bahwa uang bantuan akan "didistribusikan dengan lebih cepat". Namun pada kenyataannya, tindakannya kemungkinan akan menghadapi tantangan, karena Kongres mengontrol pengeluaran federal, dan dalam kasus apa pun mereka dapat menambahkan atau mengurangi angka dari paket stimulus yang akan diberikan.

Bagi Trump, yang sangat tertinggal dalam pemungutan suara melawan saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, menjelang pemilihan presiden 3 November mendatang, tindakan eksekutif itu dilakukannya untuk menunjukkan bahwa dia masih bisa memenangkan suara pemilih.

Presiden berusia 74 tahun tersebut mengubah upacara penandatanganan di ballroom klub golf menjadi serangan terhadap lawan-lawannya, sekaligus melontarkan beberapa klaim palsu tentang prestasinya selama memerintah.

Selama mendapat tepuk tangan dari anggota klub yang diundang untuk menonton acara tersebut, Trump dengan kasar menghina anggota Partai Demokrat yang "gila" dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi, mengecam Biden sebagai politikus "kiri," dan mengklaim bahwa Demokrat ingin "mencuri pemilihan."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts