Menteri Informasi Lebanon Mundur dari Jabatan Karena Merasa Kecewakan Rakyat Usai Ledakan Beirut
Dunia

Usai ledakan, demonstrasi digelar pada Sabtu (8/8) menuntut pertanggungjawaban pemerintah dengan pengunduran diri. Minggu (9/8), Menteri Informasi Lebanon mengumumkan pengunduran dirinya.

WowKeren - Menteri Informasi Lebanon, Manal Abdel Samad, resmi mengundurkan diri pada Minggu (9/8) waktu setempat. Pengunduran diri dilakukan karena ia merasa mengecewakan rakyat usai insiden ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) lalu.

"Setelah bencana besar di Beirut, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari pemerintahan," kata Samad, seperti dilansir dari Arab News.

Samad juga menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat Lebanon karena sebagai pejabat pemerintah telah mengecewakan rakyatnya.

Ledakan tersebut mengakibatkan 150 orang lebih meninggal dunia dan lima ribu orang menderita luka-luka. Usai ledakan, demonstrasi besar digelar pada Sabtu (8/8) menuntut pertanggungjawaban pemerintah dengan pengunduran diri. Aksi unjuk rasa tersebut kemudian berujung ricuh dengan lemparan batu dan tembakan gas air mata.

Bukan hanya peserta unjuk rasa, pemimpin Gereja Maronit Lebanon juga meminta seluruh pejabat pemerintah mengundurkan diri. Ledakan besar di Beirut menurutnya sebagai bukti kebusukan aparat negara.


Tokoh Kristen Maronit Beshara Rai juga termasuk yang mendesak kabinet Perdana Menteri Hassan Diab untuk mundur. Ray menganggap terjadinya ledakan tersebut adalah sebuah kejahatan kemanusiaan.

"Tidaklah cukup bagi seorang anggota parlemen untuk mengundurkan diri di sini atau seorang menteri untuk mengundurkan diri di sana," kata Rai.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi pasca insiden ledakan ini. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Sedangkan Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan bahwa jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Abboud mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal karena rusak terkena dampak ledakan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts