Empat Anggota Parlemen Lebanon Undurkan Diri Usai Didemo Pasca Ledakan Beirut
Dunia

Tiga anggota parlemen dari Partai Kataeb Lebanon dan seorang anggota parlemen independen mengatakan mereka mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab pada rakyat.

WowKeren - Empat anggota parlemen Lebanon telah mengundurkan diri di tengah meningkatnya kemarahan publik menyusul ledakan besar yang melanda pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) lalu. Tiga anggota parlemen dari Partai Kataeb Lebanon dan seorang anggota parlemen independen mengatakan mereka mengundurkan diri sebagai anggota parlemen Lebanon yang secara keseluruhan berjumlah sebanyak 128 anggota.

"Kami dan beberapa anggota parlemen terhormat lainnya akan menanggalkan perlindungan status elit (politik) mereka," kata anggota parlemen Nadeem Gemayel setelah pengunduran dirinya.

Sementara itu, anggota parlemen perempuan Paula Yacoubian juga mengumumkan pengunduran dirinya, meminta anggota parlemen Lebanon lainnya untuk mengikutinya. "Oposisi dari dalam tidak lagi berguna," tuturnya melalui akun media sosial Twitter.

Pengunduran diri empat anggota parlemen ini menyusul Menteri Informasi Lebanon, Manal Abdel Samad, yang lebih dulu mengundurkan diri pada Minggu (9/8) waktu setempat. Pengunduran diri dilakukan karena ia merasa mengecewakan rakyat usai insiden ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut.

"Setelah bencana besar di Beirut, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari pemerintahan," kata Samad, seperti dilansir dari Arab News.

Samad juga menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat Lebanon karena sebagai pejabat pemerintah telah mengecewakan rakyatnya.


Ledakan tersebut mengakibatkan 150 orang lebih meninggal dunia dan lima ribu orang menderita luka-luka. Usai ledakan, demonstrasi besar digelar pada Sabtu (8/8) menuntut pertanggungjawaban pemerintah dengan pengunduran diri. Aksi unjuk rasa tersebut kemudian berujung ricuh dengan lemparan batu dan tembakan gas air mata.

Bukan hanya peserta unjuk rasa, pemimpin Gereja Maronit Lebanon juga meminta seluruh pejabat pemerintah mengundurkan diri. Ledakan besar di Beirut menurutnya sebagai bukti kebusukan aparat negara.

Tokoh Kristen Maronit Beshara Rai juga termasuk yang mendesak kabinet Perdana Menteri Hassan Diab untuk mundur. Ray menganggap terjadinya ledakan tersebut adalah sebuah kejahatan kemanusiaan.

"Tidaklah cukup bagi seorang anggota parlemen untuk mengundurkan diri di sini atau seorang menteri untuk mengundurkan diri di sana," kata Rai.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi pasca insiden ledakan ini. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts