Miris, 100 Orang Tewas Diduga Termakan Klaim Trump Soal Hidroksiklorokuin Mampu Sembuhkan COVID-19
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Lebih dari 100 orang meninggal akibat terpengaruhi klaim Donald Trump soal obat malaria hidroksiklorokuin untuk mengobati COVID-19. Padahal faktanya obat itu malah meningkatkan risiko kematian.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengklaim virus Corona penyebab COVID-19 bisa diberantas dengan obat malaria hidroksiklorokuin. Klaim Trump kala itu menjadi kontroversi karena sejumlah otoritas kesehatan menyebutnya tidak berdasar.

Namun rupanya ada beberapa kelompok masyarakat yang memercayai klaim Trump tersebut. Dan kekinian, lebih dari 100 orang dari kelompok itu dilaporkan meninggal dunia.

Menurut catatan Milwaukee Journal Sentinel, hidroksiklorokuin sudah menyebabkan 293 orang meninggal selama 6 bulan belakangan. Angka ini jauh lebih banyak, hampir 4 kali lipat, dibandingkan jumlah yang dicatatkan pada periode sama tahun 2019 lalu.

Dari 293 orang ini, sekitar setengahnya dilaporkan meninggal dunia karena menggunakan obat malaria tersebut untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Dikutip dari Daily Mail, lonjakan angka korban jiwa hidroksiklorokuin ini akibat termakan klaim Trump.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan ahli-ahli kesehatan sudah menegaskan hidroksiklorokuin sebagai obat malaria. Termasuk obat keras, penggunaan obat ini pun tak bisa sembarangan dan harus dalam pengawasan tim medis.


Bahkan para dokter menolak meresepkan hidroksiklorokuin untuk pengobatan pasien COVID-19, terutama mereka yang sudah dalam kondisi lemah jantung. Namun Trump malah berdalih bahwa FDA mengizinkan tim medis memberikan hidroksiklorokuin sebagai obat COVID-19.

Klaim sepihak oleh Trump ini menyebabkan pembelian hidroksiklorokuin meningkat. Namun penelitian yang terus dikembangkan menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin malah mempercepat pasien COVID-19 untuk menemui ajalnya.

FDA sendiri sudah mencabut izin untuk penggunaan hidroksiklorokuin dalam pengobatan pasien COVID-19. Hanya saja klaim sepihak dari Trump kemarin menyebabkan sejumlah pihak percaya dan berdampak buruk.

Lewat hasil penelitian yang dipublikasikan Lancet, terungkap bahwa penggunaan klorokuin (dan turunannya seperti hidroksiklorokuin) aman bagi pasien malaria, lupus, dan arthritis. Namun bagi pasien yang mengonsumsi obat itu bersamaan dengan antibiotik, justru berisiko meningkatkan kematian akibat komplikasi detak jantung.

Tingkat kematian pasien COVID-19 yang mengonsumsi hidroksiklorokuin mencapai 18 persen. Peluang pasien meninggal pasca diberi klorokuin mencapai 16,4 persen, sementara yang tidak diberi keduanya hanya 9 persen. Tingkat kematian ini meningkat bila kedua senyawa itu diresepkan bersamaan dengan antibiotik.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts