Warga Gaza Galang Donor Darah untuk Bantu Korban Ledakan Lebanon
Dunia

Selama ini warga Palestina dan Lebanon dikenal memiliki ikatan yang kuat. Sumbangan darah itu sebagai bentuk upaya membayar sikap Lebanon yang melindungi Palestina selama beberapa tahun terakhir.

WowKeren - Warga Gaza dilaporkan menggalang donor darah untuk membantu warga Lebanon atas tragedi ledakan di pelabuhan Beirut. Sumbangan darah itu sebagai bentuk upaya membayar kembali atas sikap Lebanon yang berusaha melindungi Palestina selama beberapa tahun terakhir.

Selama ini warga Palestina dan Lebanon memang dikenal memiliki ikatan yang kuat. Oleh karena itu, warga Palestina di Jalur Gaza meluncurkan inisiatif untuk menyumbangkan darah bagi para korban ledakan Beirut.

Inisiatif tersebut dimulai dengan kerja sama Komite Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina. "Kami meluncurkan kampanye donor darah yang menanggapi seruan menteri kesehatan Lebanon," kata Walikota Khan Younis, Alaa al-Batta, sebagaimana dikutip dari Republika pada Senin (10/8).

Batta menjelaskan, warga Palestina di Gaza siap berdiri dalam solidaritas dengan para korban di Lebanon.

Di sisi lain, hingga kini tim penyelamat masih membersihkan puing-puing bekas ledakan untuk menemukan siapa pun yang masih hidup setelah ledakan pelabuhan yang terjadi pada Selasa kemarin. Rumah sakit di ibu kota Lebanon dipenuhi dengan para korban yang terluka. Rumah sakit di sana mulai merawat banyak korban, bahkan sampai harus dirawat di lorong. Beberapa korban juga ada yang dirujuk rumah sakit lain di luar Beirut.


Kematian, cedera dan kerusakan dilaporkan terjadi di jalanan dan di gedung-gedung di wilayah Beirut. Warga Lebanon pun diminta mendonorkan darahnya jika memungkinkan untuk membantu korban yang membutuhkan donor darah.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi pasca insiden ledakan ini. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Ledakan tersebut mengakibatkan 150 orang lebih meninggal dunia dan lima ribu orang menderita luka-luka. Usai ledakan, demonstrasi besar digelar pada Sabtu (8/8) menuntut pertanggungjawaban pemerintah dengan pengunduran diri. Aksi unjuk rasa tersebut kemudian berujung ricuh dengan lemparan batu dan tembakan gas air mata.

Bukan hanya peserta unjuk rasa, pemimpin Gereja Maronit Lebanon juga meminta seluruh pejabat pemerintah mengundurkan diri. Ledakan besar di Beirut menurutnya sebagai bukti kebusukan aparat negara.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts