Tak Hanya COVID-19, AS Juga Diserang Wabah Salmonella
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Belum selesai menangani persoalan virus corona (COVID-19), Amerika Serikat (AS) kini tengah dilanda wabah salmonella. Sebanyak 43 negara bagian dilaporkan terdampak wabah tersebut.

WowKeren - Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) yang hingga kini belum mereda, Amerika Serikat (AS) justru dilanda wabah salmonella. Sebanyak 43 negara bagian dilaporkan terdampak wabah.

Dikutip dari CNN,wabah salmonella yang disebabkan oleh bawang merah tersebut meluas dan telah menginfeksi 640 orang. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, setidaknya 85 orang dari jumlah di atas telah dirawat di rumah sakit.

BPOM Amerika atau Food and Drug Administration (FDA) melarang konsumen untuk makan bawang bombay dari Thomson International Inc. Beberapa bawang itu dijual dengan berbagai merek di toko-toko seperti Walmart, Kroger, Fred Meyer, Publix, Giant Eagle, Food Lion, dan HEB.

Selain itu, beberapa perusahaan juga menarik makanan yang dibuat dengan bawang seperti salad ayam, salad makaroni, tumis fajita, pizza dan bawang mentah potong dadu. Itu termasuk Taylor Farms dan Giant Eagle. CDC mengatakan orang-orang harus memeriksa apakah produk-produk itu ada di rumah mereka dan membuangnya jika menemukannya. "Jangan memakannya atau mencoba memasak bawang atau makanan sejenisnya agar aman," kata CDC.


Sekedar informasi, salmonella adalah jenis bakteri yang paling sering dilaporkan sebagai penyebab penyakit terkait makanan di Amerika Serikat. Penyakit akibat bakteri ini secara resmi disebut salmonellosis.

Adapun tanda-tanda infeksi salmonella antara lain mengalami diare, demam, kotoran berdarah, dingin dan menggigil, sakit kepala dan perit, muntah hingga kram perut antara enam jam hingga enam hari setelah terpapar bakteri tersebut. Gejala tersebut cenderung mulai 8 hingga 72 jam setelah infeksi.

Kebanyakan orang menjadi lebih baik dengan sendirinya di rumah dalam 4-7 hari. Tetapi perlu waktu beberapa bulan agar buang air besar kembali normal. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebar dari usus ke bagian tubuh lainnya dan memerlukan rawat inap. Tapi jarang yang bisa mengancam jiwa.

Manusia dan hewan dapat membawa salmonella di usus dan kotorannya. Bakteri tersebut seringkali menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.

Sementara itu, hingga Minggu (9/8), Amerika Serikat, telah mencatat kasus positif virus corona (COVID-19) berjumlah 5.000.603 kasus dengan angka kematian sebanyak 162.441 orang. Berdasarkan jajak pendapat, sebagian besar warga tidak puas dengan penanganan krisis pandemi COVID-19 oleh Presiden Donald Trump.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts