Viral Fenomena Awan Tsunami di Aceh, Mirip Ombak Raksasa di Langit
Instagram
SerbaSerbi

Publik diminta waspada jika sudah melihat awan semacam ini di langit. Masyarakat diimbau untuk menjauhi pohon yang tinggi maupun benda yang mudah roboh ketika terjadi angin kencang

WowKeren - Publik kembali dihebohkan dengan sebuah fenomena alam awan hitam panjang pada Senin (10/8) pagi. Fenomena ini terjadi di langit pantai barat meliputi Aceh Barat dan Nagan Raya.

Fenomena menakjubkan tersebut sempat diabadikan oleh warganet dan diunggah melalui akun Instagram acehkini. Dalam video unggahan singkat tersebut, terlihat gulungan awan raksasa menyerupai ombak membentang panjang. Gulungan awan tersebut berbentuk mirip ombak tsunami dan berwarna putih hingga hitam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun buka suara memberikan penjelasan terkait fenomena ini. prakirawan BMKG stasiun Meulaboh-Nagan Raya Rezky Prasetya Hartiwi mengatakan jika ombak awan tersebut merupakan awan rendah.

"Ini merupakan awan rendah yang termasuk single level," kata Rezky seperti dilansir Antara, Senin (10/8). "Awan ini pertama kali terbentuk 1-2 jam, biasanya awan ini akan menyebabkan angin kencang."


Ia pun meminta publik untuk waspada jika awan semacam ini sudah muncul di langit. Masyarakat diimbau untuk menjauhi pohon yang tinggi maupun benda yang mudah roboh ketika terjadi angin kencang.

Menurutnya, akan lebih baik bagi masyarakat untuk tetap berada di rumah. Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat tak perlu panik. Sebab, awan raksasa ini akan hilang dengan sendirinya.

"Biasanya awan ini akan hilang setelah terjadinya hujan lebat disertai angin kencang," jelas Rezky. "Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada."

Kasi Data BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda, Zakaria menyebut fenomena ini bernama awan Arcus. "Awan berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami," ujarnya dilansir Detik.

Ia menyebut awan ini merupakan bagian dari kumulonimbus. "Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat, bisa juga terjadi kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es," sambungya.

Pada umumnya, fenomena alam ini terjadi di wilayah yang tidak begitu luas. Hal ini lah yang menyebabkan terkadang fenomena ini tidak tertangkap oleh citra satelit.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts