Satgas COVID-19 Ungkap Jawa Barat Punya 150 Klaster Corona, Terbanyak Di Sektor Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jika Jawa Barat memiliki 150 klaster virus corona hingga Senin (10/8). Terungkap, paling banyak di sektor ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah melaporkan ada 802 klaster penyebaran virus corona (COVID-19) yang tersebar Tanah Air. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kemudian mengumumkan jika Provinsi Jawa Barat memiliki 150 klaster COVID-19 yang terkonfirmasi hingga 27 Juli.

Sebanyak 150 klaster di Jabar tersebut telah menyumbang lebih dari 400 kasus positif virus corona. Informasi ini dilaporkan Satgas COVID-19 setelah mendapatkan data-data dari Dinas Kesehatan Jabar.

”Kita mendapatkan data dari Dinkes Jabar dan ini ada beberapa total klaster yang memang berhasil ditemukan,” kata anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah dalam siaran YouTube BNPB, Senin (10/8). “Sejauh ini per tanggal 27 Juli ada 150 klaster di Jawa Barat dengan total 476 kasus.”

Tidak seperti DKI Jakarta yang klaster virus corona banyak ditemukan di perkantoran, Jabar justru melaporkan klaster COVID-19 terbanyak di permukiman. Tercatat, klaster permukiman di Jabar bahkan mencapai 111 klaster. Fakta ini ditemukan berdasarkan hasil tracing Tim Satgas COVID-19.

”Paling banyak kita lagi lagi melihat permukiman,” jelas Dewi. “Ini rata-rata kalau di-contact tracing keluarganya jadi kena positif juga karena kan paparannya, durasinya, jaraknya, pasti lebih berdekatan.”

Setelah permukiman, klaster terbanyak selanjutnya adalah fasilitas kesehatan sebanyak 28 klaster. Disusul perkantoran sebanyak 11 klaster dan rumah ibadah 1 klaster. Berikut merupakan data klaster di Jawa Barat hingga saat ini:


1. Klaster permukiman: 111 klaster, 208 kasus COVID-19.

2. Klaster fasilitas kesehatan: 28 klaster, 177 kasus COVID-19.

3. Klaster perkantoran: 11 klaster, 77 kasus COVID-19.

4. Klaster rumah ibadah: 1 klaster, 14 kasus COVID-19.

Sebelumnya, Dewi juga membeberkan kenaikan kasus virus corona di Jawa Barat. Menurutnya, kenaikan kasus tersebut dipicu oleh 3 faktor. Diantaranya adalah laju penularan virus yang memang tinggi, munculnya banyak klaster hingga jumlah tes COVID-19 yang semakin masif.

”Biasanya ini kita bisa lihat dari 3 hal, pertama laju penularannya sedang tinggi di sana. Bisa jadi ada yang positif, mungkin contact tracing-nya belum berjalan untuk mengetahui diadakan penyelidikan epidemiologi dia sudah keburu berinteraksi dengan orang yang lain,” papar Dewi. “Jadi mungkin yang kedua ada klaster baru kah, yang ketiga memang jumlah testing yang ditingkatkan di Jawa Barat.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts