Kasus Corona di Jabar Alami Lonjakan Hingga 50,6 Persen, Pemprov Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anggota tim pakar Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Dewi Nur Aisyah, menyebut bahwa lonjakan kasus ini menjadi peringatan untuk Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Barat.

WowKeren - Lonjakan kasus virus corona (COVID-19) yang cukup tinggi terjadi di provinsi Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh anggota tim pakar Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Dewi Nur Aisyah.

"Di pekan terakhir terjadi peningkatan kasus yang cukup besar yaitu sebesar 50,6 persen di Jabar," terang Dewi dalam diskusi di BNPB pada Senin (10/8). Menurut Dewi, salah satu kabupaten/kota yang menjadi penyumbang tertinggi di Jabar adalah Kota Bandung.

"Kita lihat ada Kota Bandung naik 267,5 persen, Kabupaten Bandung naik 164,4 persen," ungkap Dewi. "Cirebon naik 10 kali lipat, Cimahi, dan Kota Sukabumi."

Dewi menyebut bahwa hal ini menjadi peringatan untuk Pemerintah Daerah (Pemda) di Jabar. Pemda setempat diimbau untuk kembali menggalakkan kampanye protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


"Ini adalah alert atau sebuah sinyal untuk Pemda menginvestigasi ada fenomena apa dan penanganannya agar lebih baik," tutur Dewi. "Biasanya dilihat dari yang pertama laju penularan yang tinggi. Jadi ada yang positif kemudian belum di-tracing dia sudah keburu berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Yang kedua ada klaster baru kah. Dan yang ketiga jumlah tes yang ditingkatkan."

Sementara itu, Pemprov Jabar juga telah memberikan tanggapan terkait kondisi ini. Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani menyatakan bahwa lonjakan kasus tersebut terjadi karena wilayahnya tengah melakukan tes PCR secara masif.

Menurut Berli, angka kasus corona yang meningkat tersebut menandakan bahwa kelompok yang disasar sudah tepat. Gubernur Jabar Ridwan Kamil disebutnya telah menarget 50 ribu tes corona setiap pekan.

"Saya tidak melihat ada yang perlu ditanggapi karena Jabar kan sedang melakukan masif PCR tes. Semakin banyak diperiksa semakin ketemu yang positif. Artinya kelompok yang diperiksa tepat," ungkap Berli. "Juga semakin masifnya tes karena Pak Gubernur memberi arahan 50 ribu per minggu. Untuk mengejar 1 persen populasi Jabar."

Lebih lanjut, Berli mengungkapkan bahwa angka corona di Jabar akan cenderung naik-turun apabila masyarakat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Sekali naik pesat, terus melandai lagi nanti naik lagi begitu seterusnya kalau penegakan protokol kesehatan belum dilakukan oleh sebagian besar masyarakat," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts