Banyak Nakes Berguguran, Satgas COVID-19 Minta Daerah Bikin SOP Perlindungan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah menyusun standar operasional prosedur (SOP) perlindungan bagi tenaga medis dari virus corona.

WowKeren - Selama pandemi virus corona (COVID-19), banyak tenaga medis yang berguguran. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah menyusun standar operasional prosedur (SOP) perlindungan bagi tenaga medis dari virus corona.

"Karenanya besar harapan kami bapak ibu untuk bisa menyusun SOP tentang perlindungan pada dokter dan tenaga kesehatan," ujar Doni dalam Rapat Kerja dengan kepala daerah seluruh Indonesia secara virtual yang disiarkan di kanal YouTube Livestreaming Kemendagri, Senin (10/8). "Agar dokter kita bisa terselamatkan."

Hingga 4 Agustus 2020, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 74 dokter meninggal dalam status sebagai suspek atau positif corona. Doni menegaskan dengan SOP, tenaga kesehatan menjadi benteng terakhir perlawanan terhadap virus corona di bidang kesehatan.

"Ujung tombaknya masyarakat dengan melibatkan komponen pusat di daerah termasuk komponen pemerintah, akademisi, peneliti, dunia usaha dan kelompok masyarakat berbasis organisasi keagamaan dan juga media," kata Doni.


Selain itu, ia juga mengaku optimis jika Indonesia bisa memutus rantai penularan virus corona secara cepat. Salah satu kuncinya dengan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Lebih lanjut, Doni mengungkapkan keinginannya agar kepala daerah bisa menggandeng orang-orang berpengaruh di daerah masing-masing untuk mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat. Seperti Presiden Joko Widodo yang menggandeng Kelompok PKK untuk melakukan kampanye penggunaan masker dari pintu ke pintu atau door to door bagi masyarakat.

"Karena COVID bukan rekayasa dan konspirasi, COVID ibarat malaikat pencabut nyawa," paparnya. "Harus mengajak lingkungannya disiplin, COVID-19 sangat berbahaya, tetapi manusia yang membawa COVID-19 jauh lebih berbahaya, berikan edukasi masyarakat untuk ubah perilaku."

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 itu menegaskan bahwa ia tak mau lagi mendengar polemik tentang penularan virus corona yang disebut-sebut hanya rekayasa dan konspirasi. "Kita enggak mau dengar lagi masyarakat tidak patuh protokol kesehatan, bilang COVID adalah rekayasa dan konspirasi," tegasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts