Hadir Dalam Uji Klinis, Jokowi Janjikan Vaksin COVID-19 Sampai di Masyarakat Januari 2021
Instagram/jokowi
Nasional
Vaksin COVID-19

Presiden Jokowi mengatakan jika vaksin anti virus corona bakal sampai di masyarakat pada bulan Januari 2021 mendatang. Pernyataan tersebut ia lontarkan saat meninjau penyuntikan vaksin COVID-19 di Bandung, hari ini (11/8).

WowKeren - Uji klinis tahap III terhadap calon vaksin corona (COVID-19) produksi perusahaan Tiongkok, Sinovac, dimulai hari ini (11/8) di Bandung, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo pun turut hadir dalam uji klinis tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan jika vaksin anti virus corona bakal sampai di masyarakat pada bulan Januari 2021 mendatang. "Kita berharap uji klinis yang ketiga ini Insyaallah akan diselesaikan dalam 6 bulan ini dan kita harap di bulan,Insyaallah Januari kita bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksi siap, langsung diberi vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di Tanah Air," kata Jokowi saat meninjau penyuntikan vaksin Corona di Bandung, Jawa Barat, yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Selasa (11/8).

PT Bio Farma milik BUMN dipercaya untuk memproduksi vaksin virus Corona. Jokowi mengatakan, Bio Farma bisa memproduksi hingga 100 juta vaksin Corona bulan ini.

"Produksi untuk vaksin juga dilakukan oleh Bio Farma di Agustus 100 juta vaksin, di akhir 2020, Desember, sudah meningkat jadi 250 juta vaksin," ujar Jokowi. "Artinya vaksin digunakan untuk vaksinasi di Tanah Air."


Jokowi juga menambahkan jika Indonesia telah mengembangkan vaksin COVID-19 selama 3 bulan. Pengembangan vaksin ini sendiri telah melibatkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hingga Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI.

"Kita telah 3 bulan ini mengembangkan vaksin sendiri dari isolat yang dikembangkan dari Covid yang beredar di Indonesia," ujar Jokowi. "Kita berharap vaksin Merah-Putih ini segera selesai dan diperkirakan ini akan bisa diselesaikan di pertengahan tahun 2021."

Sebelumnya, Jokowi sempay menyebutkan kriteri yang diprioritaskan untuk menerima vaksin COVID-19 setelah lolos uji klinis dan diproduksi. Mereka adalah tenaga medis, kelompok rentan, hingga daerah dengan zona merah.

"Tenaga kesehatan dan kelompok rentan, dan wilayah merah, tapi kebutuhan kita kita hitung 347 juta vaksin karena satu orang bisa tidak hanya sekali karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi, jadi harus divaksin lagi, tahun depan kita perkirakan memproduksi 170 juta vaksin," ujarnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts