Pakar Analisis Geliat Jokowi Beri Bintang Tanda Jasa Bagi Fahri Hamzah Dan Fadli Zon
Instagram/fahrihamzah
Nasional

Pakar dari UGM turut melakukan analisis terhadap geliat Presiden Joko Widodo yang akan memberikan bintang tanda jasa kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Apa hasilnya?

WowKeren - Presiden Joko Widodo akan memberikan bintang tanda jasa kepada dua tokoh politik Tanah Air, Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Hal ini tentunya cukup mengejutkan banyak pihak mengingat keduanya selalu menjadi sosok yang paling vokal dalam mengkritik pemerintahan Jokowi.

Pakar dari Universitas Gajah Mada (UGM) kemudian menganalisis geliat Jokowi di balik Bintang Mahaputera Nararya untuk Fahri dan Fadli. Penghargaan tersebut dinilai menjadi sinyal untuk partai yang kritis terhadap eksekutif.

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Mada Sukmajati menilai jika pemberian bintang tanda jasa pada Fahri memiliki keuntungan sendiri bagi pemerintahan. Selain itu, penghargaan ini juga sebagai bukti Jokowi yang tetap mengapresiasi sosok Fahri meskipun sempat berseteru dengan PKS hingga membuat partai baru.

”Untuk Fahri tidak ada ruginya malah bisa diambil benefit dari diberikannya,” kata Mada Sukmajati seperti dilansir dari Detik, Selasa (11/8). “Terutama kaitan dengan PKS bisa beri sinyal bahwa presiden tetap hargai Pak Fahri dan Partai Gelora. Jadi bisa jadi sinyal kepada PKS kalau PKS terlalu kritis kepada eksekutif, tapi meski ada sinyal diharapkan PKS tetap kritis.”

Sementara untuk Fadli Zon, pemberian bintang tanda jasa dinilai sebagai langkah Jokowi dalam mengakomodir Gerindra agar semakin rapat ke pemerintahan. Apalagi, posisi Fadli Zon sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra dinilai sebagai posisi yang menguntungkan untuk mengamankan suara di DPR.


“Jadi mungkin khususnya untuk Pak Fadli ya, ini mungkin saya bisa berspekulasi ini adalah bentuk akomodasi presiden dari Gerindra,” duga Mada. “Karena kita tidak bisa lepaskan sosok Fadli dari Gerindra.”

”Sehingga Presiden ingin lebih mengamankan lagi kekuatan di DPR,” sambungnya. “Untuk kemudian bisa tetap sejalan dengan presiden dan tidak kemudian terbelah antara legislatif dan eksekutif.”

Meski membeberkan kemungkinan-kemungkinan itu, namun Mada tidak memungkiri jika memang kedua tokoh politik tersebut layak menerima bintang tanda jasa. Pasalnya, kedua figur itu dikenal selalu kritis pada pemerintahan Jokowi sejak periode pertama.

“Poin kedua, sebenarnya kan secara politis masih debat-able untuk kemudian mengatakan kalau mereka tidak layak, apa yang membuat mereka tidak layak?,” papar Mada. “Sekali lagi kaitan dengan prosedur, mereka kritis saat periode 1 Jokowi. Tapi kan kritis itu bagus untuk politik agar bisa memberi check dan balances terjadi.”

”Jadi saya kira kalau ada yang mempersoalkan mungkin ya itu yang pertama pendukung setia Pak Jokowi yang belum bisa move on,” sambungnya. “Yang kedua tidak ada alasan sebenarnya untuk kecewa karena konstelasi politik kita sudah berubah termasuk dipilihnya Pak Prabowo jadi Menhan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts