Ridwan Kamil Ungkap Mengapa Jokowi Tak Bisa Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Corona
Instagram/jokowi
Nasional
Vaksin COVID-19

Uji klinis tahap III vaksin virus corona buatan Sinovac ini telah dimulai di Bandung, Jabar, pada Selasa (11/8). Rencananya, uji klinis akan dilakukan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Janurari 2021 mendatang.

WowKeren - Uji klinis tahap III vaksin COVID-19 buatan Sinovac telah dimulai di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (11/8) kemarin. Terkait uji klinis, sempat muncul isu liar bahwa masyarakat dijadikan "kelinci percobaan", ada juga yang bertanya-tanya mengapa bukan Presiden saja yang menjadi relawannya.

Untuk meluruskan isu tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun memberikan penjelasan. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini bahkan mendaftar menjadi relawan untuk membuktikan bahwa uji klinis vaksin corona ini bukan untuk kelinci percobaan.

"Ini adalah untuk menunjukkan gestur bahwa ini bukan kelinci percobaan," terang Kang Emil dalam acara "Indonesia Lawyers Club" yang ditayangkan tvOne pada Selasa (11/8). "Nah kami terdaftar, saya akan disuntikan virus itu."

Menurut Kang Emil, ada tiga tipe virus yang biasanya menjadi vaksin. Yang pertama diambil dari virus langsung, yang kedua hanya mengambil sebagian, dan yang ketiga menggunakan virus yang sudah mati.


Nantinya, Kang Emil dan ribuan relawan lainnya akan disuntik vaksin tipe ketiga itu. "Yang dipakai tipe tiga, virus yang sudah dimatikan," tutur Kang Emil.

Dengan demikian, penyuntikkan vaksin nantinya akan dilakukan lebih dari sekali. Oleh sebab itu, relawan yang direkrut untuk uji klinis ini lebih banyak dari lokasi yang berada di sekitar Bandung atau dekat dengan Bio Farma. Alasan inilah yang membuat Presiden Jokowi tidak bisa menjadi relawan uji klinis vaksin corona.

"Kenapa Pak Presiden, Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) enggak bisa (jadi relawan), karena ini harus yang dekat dengan Bio Farma," terang Kang Emil. "Kalau yang di luar Bandung bolak-baliknya susah."

Dengan jarak relawan yang dekat, maka pihak Bio Farma akan bisa melakukan pengontrolan rutin setiap saat. Itu sebabnya mengapa syarat relawan uji klinis tahap III ini adalah warga Jabar, khususnya wilayah Bandung dan sekitarnya.

Di sisi lain, uji klinis vaksin virus corona ini rencananya akan dilakukan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Janurari 2021 mendatang. Jika uji klinis tahap III berjalan dengan lancar, maka vaksin ini akan langsung diproduksi ke masyarakat oleh Bio Farma pada kuartal di tahun depan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts