Yakin COVID-19 Rekayasa, Anggota DPRD Ambon Diminta Tinggal Bareng Pasien Corona
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gunawan Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menyebut jika virus corona merupakan upaya rekayasa pemerintah untuk menghabiskan anggaran daerah.

WowKeren - Meski pandemi COVID-19 telah menginfeksi banyak orang hingga merenggut ribuan nyawa, namun masih ada saja orang yang menganggap jika virus ini sebenarnya tidak ada. Anggapan ini rupanya tak hanya terjadi di tengah masyarakat biasa namun juga pejabat daerah.

Gunawan Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, misalnya. Ia menyebut jika virus corona merupakan upaya rekayasa pemerintah untuk menghabiskan anggaran daerah.

"Belum pernah satu pasien yang meninggal karena COVID-19, semua meninggal karena penyakit bawaan," kata Gunawan pekan lalu. "Tetapi pemkot Ambon memvonis COVID-19 dan menguras anggaran."

Menanggapi hal ini, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy meminta Gunawan untuk sementara waktu tinggal bersama dengan pasien COVID-19. Hal itu untuk membuktikan jika COVID-19 bukanlah rekayasa.


"Kalau mau membuktikan bahwa COVID-19 itu rekayasa," kata Richard di Gedung Balai Kota Ambon, Selasa (11/8). "Silakan saudara datang tinggal bersama pasien COVID-19 di lokasi karantina di Hotel Everbright."

Tak hanya itu, ia bahkan mengusulkan agar Gunawan memindahkan aktivitas perkantoran di tempat penampungan pasien COVID-19 dan bekerja di sana. "Kalau tak percaya silakan datang saja dan tinggal di sana, bekerja di sana, supaya bisa buktikan bahwa kamu sehat atau terpapar," tegas Richard.

Kasus COVID-19 tidak bisa dianggap sebelah mata. Pasalnya di Ambon sendiri, jumlah warga yang terinfeksi virus tersebut kian bertambah. "Per Selasa (11/8) sebanyak 832 orang. Kasus terkonfirmasi per hari meningkat, lalu di mana rekayasa, dan di mana uang daerah digunakan untuk foya-foya," kata dia.

Kendati demikian, Richard menilai jika pernyataan Gunawan adalah bersifat perorangan. Sebab DPRD Ambon secara kelembagaan mendukung penuh penerapan PSBB di kota Ambon Maluku.

"Jadi itu pernyataan ngawur, pernyataan bikin gaduh, dan pernyataan yang bersumber perorangan," ujarnya. "Jadi sekali lagi, saya meminta kalau mau buktikan bahwa COVID-19 itu tak ada, silakan datang dan tinggal bersama pasien COVID-19."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts