Demi Bertahan Hidup di Masa Pandemi Corona, Pilot Ini Nekat Banting Setir Jualan Mie Ayam
Unsplash/NeONBRAND
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Pandemi corona memang berdampak cukup besar di sektor penerbangan. Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terpaksa dirumahkan dan bahkan juga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

WowKeren - Seorang pilot yang dirumahkan akibat pandemi corona (COVID-19) nekat banting setir menjadi penjual mie ayam. Pilot bernama Megah Putra Perkasa tersebut kini berjualan mie ayam di foodcourt di bilangan Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.

Megah pun mengungkapkan awal mula ia bertansisi dari seorang pilot menjadi penjual mie ayam. "Sewaktu mulai ada pembatasan, kira-kira bulan April ya, saya bersama teman-teman yang lain sudah mulai dirumahkan karena tidak ada penerbangan waktu itu," ungkap Megah dilansir Kompas.com pada Kamis (12/8). Kala itu, Megah yang sudah menjadi pilot selama 13 tahun sempat merasa tertekan dengan situasi yang semakin tak pasti.

Pandemi corona memang berdampak cukup besar di sektor penerbangan. Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terpaksa dirumahkan dan bahkan juga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena empat orang anaknya masih duduk di bangku sekolah, Megah pun harus memutar otak untuk mencari pemasukan. "Bagaimana saya berpikir agar harus ada tambahan untuk kebutuhan, anak-anak saya keempat-empatnya masih sekolah, dan di swasta, biayanya lumayan," ungkapnya.

Awalnya, Megah mencoba melanjutkan usaha berjualan baju secara online yang sudah lama ditekuni oleh istrinya, Sayang, hasilnya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hingga akhirnya Megah melihat status rekan pilotnya di media sosial. Rekan Megah tersebut rupanya beralih menjadi penjual ikan laut keliling dengan menggunakan boks. "Saya bukan yang pertama, justru saya melihat teman saya ini. Luar biasa," kata Megah.


Dari situ, Megah pun menjajaki usaha berdasarkan hobi memasaknya. Ia pun memilih untuk berjualan mie ayam, makanan favorit banyak orang Indonesia. "Jadi awalnya saya coba jual via online, mulai dari Instagram, ada juga WhatsApp, kebetulan ada grup-grup kantor dan juga pengajian-pengajian di masjid sekitar rumah," tuturnya.

Setelah mendapatkan respons positif dari pembeli, Megah dan keluarganya optimis untuk membuka bisnis mie ayam sebagai tambahan pemasukan. Mie ayam bermerek "Kapten Kitchen" tersebut lantas semakin ramai peminat, Megah bahkan pernah membuat 70 boks mie ayam saat masih berjualan via online.

"Kita harus disiplin, jualan mi ayam ini persiapannya justru dari pagi, mulai dari membuat bahannya sampai tahap jualan, juga harus mempertahankan standar yang kita buat," jelas Megah. "Sama seperti pilot, harus disiplin dan menjaga standar operasi."

Pada akhirnya, Megah bertemu dengan dua orang pemilik foodcourt di Ruko Granada Square BSD dan ditawari untuk membuka restoran di sana. Meski awalnya tidak memiliki modal untuk menyediakan gerobak, alat masak, dan perlengkapan lainnya, Megah bisa mendapat bantuan. "Tapi alhamdulillah, ada yang bantu, jadi bisa ikut buka di sini sekarang," ujarnya.

Megah mengaku bisa memetik hikmah dari pandemi corona yang hingga kini masih melanda Indonesia. Selain menjadi berani mengambil risiko untuk berjualan mie ayam, Megah juga merasa lebih dekat dengan keluarganya.

"Lebih dekat, setiap hari bisa ketemu anak-anak dan istri," pungkas Megah. "Jadi tiap pagi saya bisa masak untuk mereka, istri saya siapkan PR dan sekolah anak-anak saya."

Hingga kini, Megah juga masih aktif di dunia penerbangan meski sudah tidak sesibuk dulu. Pasalnya, jam penerbangan Megah dikurangi di masa pandemi corona ini.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts