Relawan Uji Klinis Ini Beber Efek Mengejutkan Yang Dialami 24 Jam Pasca Disuntik Vaksin Corona
Nasional
Vaksin COVID-19

Fadly (32) yang berprofesi sebagai driver ojol membagikan pengalamannya pasca disuntik vaksin Corona. Fadly merupakan salah satu dari 19 relawan uji klinis yang sudah disuntik Selasa (11/8) kemarin.

WowKeren - Sebanyak 19 orang relawan telah disuntik dengan vaksin COVID-19 buatan Sinovac, perusahaan bioteknologi asal Tiongkok pada Selasa (11/8) kemarin. Salah satunya adalah seorang mitra pengemudi ojek daring bernama Fadly Barjadi Kusuma (32).

Belum lama ini Fadly pun membeberkan pengalamannya 24 jam setelah diinjeksi dengan vaksin tersebut. Ia juga mengaku tak mengalami efek samping apa-apa seperti bengkak di bekas penyuntikan hingga demam dengan skala ringan, sedang, atau berat sampai lebih dari 39 derajat Celsius.

"Secara umum sih alhamdulillah enggak ada," kata Fadly, dihubungi pada Rabu (12/8). "Efek samping gitu alhamdulillah enggak ada juga setelah 24 jam."

Namun ada satu kondisi yang secara mengejutkan dialami Fadly 24 jam sesudah ia disuntik. Rupanya sang driver ojol merasakan kantuk yang luar biasa hebat, namun ia tidak tahu apakah itu efek vaksin atau bukan.

"Cuma sorenya, kemarin, lima jam setelah penyuntikan, saya merasa ngantuk sekali. Ngantuknya enggak biasa," kata Fadly, dilansir dari Tribun News, Kamis (13/8). "Saya tidurin, pulas. Bangun-bangun tadi pagi dibangunin istri. Enggak tahu apakah efek samping atau bukan."

Namun setelah bangun tidur ia merasa lebih segar dan bisa beraktivitas normal tanpa gangguan. "Sekarang sudah biasa bekerja, kembali beraktivitas seperti biasa," terangnya.


Fadly pun mengaku hanya menerima satu kali suntikan selama menjadi relawan. Ia masuk ke ruangan sekitar pukul 10.00 WIB, lalu keluar pada 12.35 WIB, dengan durasi penyuntikan sekitar semenit.

"Alhamdulillah tadi lancar. Disuntik vaksinnya cuma kurang dari 1 menit," tuturnya, Selasa (11/8). "Istri sudah daftar jadi relawan juga, katanya nanti sesi dua."

Fadly sendiri termotivasi menjadi relawan demi kebaikan dirinya sendiri serta anak dan istri. Sebab setiap hari ia harus berjibaku di jalanan mengantar penumpang, yang tentu sangat rawan tertular COVID-19.

"Saya kerja di luar. Pas saya pulang, saya tidak mau bawa virus sampai istri anak jadi korban," katanya. "Motivasi besarnya buat masyarakat juga, setelah ini berhasil kan bermanfaat buat orang lain juga."

"Soal efek samping, sempat takut sih. Tapi saya sudah melewati fase takut itu," imbuhnya. "Tapi yang paling saya takutkan itu saya tidak bisa kerja dan tidak bisa nafkahi anak istri."

Fadly pun mendorong agar lebih banyak lagi warga yang berkenan menjadi relawan uji klinis vaksin Corona. Sebab saat ini dibutuhkan 1.620 relawan sedangkan yang terdaftar baru 1.200 orang.

"Jangan takut divaksin. Kalau takut efek samping, perbanyak baca. Jangan terlalu percaya hal-hal lain. Kita harus waspada dengan COVID-19," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts