COVID-19 'Baru' 8 Bulan Mewabah, Vaksin Sputnik V Rusia Ternyata Dikembangkan Sejak 6 Tahun Lalu
Dunia
Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 'Sputnik V' buatan Rusia menjadi sorotan karena diklaim siap produksi akhir 2020 nanti. Belakangan terungkap Rusia sudah mengembangkan vaksin ini sejak 6 tahun lalu.

WowKeren - Banyak negara berlomba-lomba untuk bisa menciptakan vaksin demi menangkal virus Corona. Dan ternyata Rusia menjadi kuda hitam dengan mendaftarkan terlebih dahulu vaksin ciptaan mereka, bahkan diklaim siap digunakan sebelum akhir tahun 2020.

Diberi nama "Sputnik V", efektivitas vaksin ini menimbulkan tanda tanya banyak pihak. Pasalnya Tiongkok yang terlebih dahulu mengembangkan vaksin saja belum berhasil memproduksi massal salah satu kandidatnya.

Pertanyaan itu pun akhirnya mendapatkan jawaban dari negara terluas di dunia itu. Rusia mengklaim telah mengembangkan COVID-19 sejak 6 tahun lalu.

Tentu fakta ini cukup terasa ganjil bagi beberapa pihak, mengingat COVID-19 sendiri bahkan belum "berumur" setahun. Penyakit yang awalnya dikenal sebagai pneumonia Wuhan ini bahkan baru dipublikasikan ke dunia awal 2020.

Rusia pun menjawab pertanyaan tersebut dengan "mencatut" wabah virus Ebola hingga Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS). Rusia mengaku sudah fokus mengembangkan vaksin untuk kedua penyakit tersebut, yang kemudian berguna untuk penelitian vaksin COVID-19.


"Kami hanya beruntung bahwa virus Corona sangat dekat dengan MERS, jadi kami memiliki cukup banyak vaksin siap pakai tentang MERS. Sudah dipelajari selama dua tahun," jelas Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev. "Lalu sedikit dimodifikasi menjadi vaksin virus Corona."

"Ini adalah kisah nyata, tidak ada politik," imbuh Dmitriev, dilansir CNBC International, Kamis (13/8). "Rusia selalu menjadi yang terdepan dalam penelitian vaksin."

Seperti HIV/AIDS, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum ada vaksin yang tersedia untuk mengatasi MERS. Namun memang masih ada beberapa kandidat vaksin yang terus dikembangkan di sejumlah negara. Hal yang sama berlaku untuk wabah Ebola pula.

Sputnik V sendiri saat ini sudah masuk dalam tahap produksi skala penuh dan diharapkan tersedia mulai September 2020. Rusia bahkan mengklaim sudah menerima pesanan sampai 1 miliar dosis vaksin dari 20 negara.

Vaksin Sputnik V ini dikembangkan oleh Gamaleya Federal Research Institute of Epidemiology and Microbiology dan Russian Direct Investment Fund. Dilaporkan oleh Reuters, nama Sputnik V mengacu pada satelit Soviet tahun 1950-an, atau satelit pertama di dunia. Nama ini juga menjadi pertanda jika Rusia berhasil menjadi negara pertama yang melaporkan pembuatan vaksin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts