Hagia Sophia Jadi Klaster Baru Corona di Turki
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Hagia Sophia dikabarkan menjadi klaster baru virus corona (COVID-19) di Turki. Sebanyak 500 jemaah, termasuk anggota parlemen dan jurnalis dinyatakan positif virus corona usai menggelar salat Jumat dan Idul Adha di sana.

WowKeren - Hagia Sophia telah kembali dibuka sebagai masjid dan telah menggelar salat Jumat dan salat Idul Adha perdananya bulan Juli lalu. Namun, baru-baru ini bagunan yang pernah menjadi gereja tersebut dikabarkan menjadi klaster baru virus corona (COVID-19) di Turki.

Dilansir Arab News, Jumat (14/8), pejabat kesehatan mengatakan, munculnya klaster baru di Hagia Sophia dikarenakan jemaah tidak menjaga jarak secara disiplin selama melaksanakan ibadah. Sebagaimana diketahui, Hagia Sophia mulai menggelar salat Jumat perdana pada 24 Juli lalu dan dihadiri sekitar 350 ribu jemaah.

Diketahui, ada sekitar 500 jemaah, termasuk anggota parlemen dan jurnalis, yang dinyatakan positif virus corona. Pada saat salat Jumat, banyak jemaah yang tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.


Hal ini menyebabkan angka kasus harian virus corona di Turki kembali bertambah dan bahkan melampaui 1.000 kasus setelah libur Idul Adha. Pejabat kesehatan pun mengatakan situasi pandemi memburuk sejak bulan lalu, dan menyebut ibadah perdana di Hagia Sophia dilakukan tanpa tindakan pencegahan yang tepat dan sesuai.

"Setelah Hagia Sophia dibuka, kami mendengar banyak sekali kasus di antara para politisi," kata dokter yang meminta namanya tidak disebutkan. "Tapi itu karena mereka selalu melakukan pengecekan rutin setiap tiga hari untuk memastikan mereka benar-benar sehat."

Lebih lanjut ia mengatakan "Jika masyarakat juga melakukan tes yang sama, angka kasus akan lebih tinggi. Dan jika diteruskan seperti ini, maka tidak ada orang di rumah sakit yang tidak terinfeksi... Bahkan mungkin ada kekurangan tenaga medis yang mungkin mengundurkan diri dari pekerjaannya atau menjadi sakit."

Hingga saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 20 juta orang di dunia. Di Turki sendiri tercatat total 244.392 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 5.891 dan yang sembuh 227.089.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts