Tanggapan LIPI Soal Klaim 'Kelemahan Utama' COVID-19 Oleh Ilmuwan Rusia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut mengungkapkan pendapatnya terkait klaim ilmuwan Rusia yang mengungkapkan 'kelemahan utama' dari virus corona (COVID-19).

WowKeren - Para ilmuwan dari Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi VECTOR Rusia mengungkapkan jika virus corona (COVID-19) memiliki "kelemahan utama". Menurut hasil riset tersebut disebutkan jika air suhu ruangan dapat membunuh 90% partikel virus Corona selama 24 jam. Setelah 72 jam, sekitar 99,9% partikel virus ditemukan mati.

Secara signifikan, para peneliti juga menemukan bahwa virus tidak berkembang biak dalam deklorinasi dan air laut, namun virus dapat tetap hidup untuk beberapa waktu. Ketahanan virus dalam deklorinasi dan air laut juga tergantung dari suhu.

Terkait riset tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun turut buka suara. Peneliti mikrobiologi LIPI Sugiyono Saputra mengatakan ketahanan itu dipengaruhi karakter virus. "Ketahanan virus dalam air juga berbeda-beda," ujar Sugiyono dilansir CNNIndonesia, Jumat (14/8).

Sugiyono mengaku belum menemukan publikasi ilmiah dari peneliti Rusia yang menyatakan virus SARS-CoV-2 lemah terhadap air. Namun, dia mengatakan secara umum virus di dalam air dipengaruhi oleh suhu, bahan organik, atau ada tidaknya mikroorganisme lain.


Berdasarkan karakter, terdapat virus yang dapat bertahan lama di air. Bahkan ada virus yang bisa menyebabkan water borne disease, yakni penyakit yang ditularkan melalui air.

Di sisi lain, Sugiyono sepakat jika virus bisa mati di dalam air yang panas. Sebab, dia berkata air dalam kondisi panas dapat membuat virus hingga bakteri mati.

"Kalau di dalam air panas sebetulnya umum ya," terangnya. "Kita merebus air kan untuk mematikan kuman-kuman, termasuk virus dan bakteri, biar aman diminum."

Sementara itu, hingga Jumat (14/8), worldometers mencatat total lebih dari 21 juta orang yang terinfeksi virus corona dari seluruh dunia. Dengan jumlah kematian sebanyak 757.431 dan yang sembuh lebih dari 13 juta orang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts