Menurunnya Jumlah Zona Hijau Diwaspadai Satgas COVID-19
Getty Images/Bloomberg
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan bahwa jumlah wilayah yang masuk zona merah telah menurun. Sayangnya, jumlah zona hijau juga turut menurun pula.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa jumlah wilayah yang masuk dalam zona merah alias berisiko tinggi penularan corona di Indonesia semakin menurun. Per 9 Agustus 2020, jumlah zona merah COVID-19 di Indonesia tinggal tersisa 33 daerah.

"Di sini terlihat pertama, 24 Mei-9 Agustus zona merah dari waktu ke waktu terlihat kecenderungan makin lama makin sedikit, ini adalah berita baik," terang Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, di Kantor Presiden pada Kamis (13/8). Menurut Wiku, persentase zona merah awalnya mencapai 20 persen dari jumlah keseluruhan wilayah di Indonesia.

Angka tersebut sempat menurun hingga di bawah 10 persen pada periode 5 hingga 12 Juli. Meski persentase zona merah sempat naik lagi pada pekan ketiga bulan Juli, angka tersebut berhasil turun hingga di bawah 10 persen pada 2 hingga 9 Agustus 2020.

Meski demikian, Satgas COVID-19 juga mewaspadai jumlah zona hijau yang turut berkurang hingga di bawah 20 persen. Persentase zona hijau sempat berada di atas 20 persen pada pekan ke tiga Juni, namun kembali turun hingga pekan ini.


"Kedua zona hijau terlihat menurun, artinya kondisi ini perlu menjadi perhatian," terang Wiku. "Jangan sampai kabupaten kota yang ada di zona hijau berkurang, jadi kita harus tetap menjaga ini, jadi kondisinya membaik."

Sementara itu, zona kuning dan zona oranye disebut Wiku masih fluktuatif namun cenderung meningkat. Oleh sebab itu, Wiku mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bekerja sama supanya risiko penularan COVID-19 dapat menurun.

"Terkait adalah PR kita bersama, daerah risiko sedang dan ringan ini fluktuatif dan masih tinggi," jelas Wiku. "Mari kita kerja sama agar kinerja zonasi ini di daerah bisa membaik menjadi kuning dan hijau."

Dalam peta risiko COVID-19 yang ditampilkan di situs covid19.go.id, tampak zona merah paling banyak berada di pulau Kalimantan. Sedangkan zona hijau paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sisi lain, Wiku juga sempat mengungkapkan adanya tren penurunan kasus corona aktif di Indonesia dalam sebulan terakhir. "Selama 30 hari sejak 13 Juli sampai 12 Agustus, jumlah kasus aktif cenderung menurun dan lumayan besar," terang Wiku di Istana Kepresidenan pada Kamis (13/8).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts