99,7% Persen Sembuh, Kasus Corona di Klaster Secapa TNI AD Tinggal 4 Orang
AFP/Timur Matahari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebagai informasi, klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, Jawa Barat, ini terungkap pada Juli 2020 lalu. Kala itu, lebih dari seribu orang di Secapa TNI AD dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, Jawa Barat, sempat menjadi klaster corona dengan jumlah kasus positif mencapai 1.308 orang. Kabar baiknya, jumlah pasien positif COVID-19 di klaster Secapa TNI AD sudah tinggal empat orang per Jumat (14/8) hari ini.

"Jadi dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa TNI AD, pada hari ini sudah berkurang 1.304 orang (atau 99,7 persen sudah menjadi negatif)," jelas Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus, dalam keterangannya. "Menjadi tinggal empat orang (0,3 persen masih positif)."

Selain itu, sebanyak 20 orang perwira mantan Secapa pagi ini telah melakukan donor plasma darah di RSPAD. Adapun donor ini dilakukan untuk membantu terapi pasien corona dengan gejala berat dan masih dirawat di rumah sakit. "Sehingga total pendonor plasma Convalesence adalah 155 orang," ungkap Nefra.


Sebagai informasi, klaster Secapa TNI AD ini terungkap pada Juli 2020 lalu. Sebanyak 1.262 orang di Secapa TNI AD dinyatakan positif COVID-19.

Klaster yang menghasilkan ribuan kasus positif corona ini bermula dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap dua siswa. Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa, keduanya memeriksakan diri ke dokter di klinik setempat. Salah satu siswa disebut mengeluhkan perihal bisul.

"Dua dari rekan sekalian dinyatakan positif COVID, pada saat itu dua di antara rekan sekalian berobat ke RS tanpa sengaja, karena yang dikeluhkan justru bukan soal pernafasan, tetapi kalau enggak salah ada bisul, ada mungkin seperti infeksi ya. Yang satu lagi hnp masalah tulang belakang," ungkap Andika dalam siaran YouTube TNI AD pada 11 Juli 2020. "Tanpa sengaja dinyatakan positif, saat itu juga persis dua minggu lalu komandan Secapa lapor ke saya, langsung saya perintahkan untuk oke siapa pun yang berinteraksi dengan 2 siswa ini untuk rapid test."

Komandan Secapa AD, Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, menduga virus corona bisa menyebar ke ribuan orang karena mereka tinggal di barak. Situasi kehidupan di barak membuat para siswa harus tidur agak berdekatan dan mandi dalam satu bak panjang bersama-sama.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts