Ternyata Vaksin Corona Rusia 'Sputnik V' Cuma Boleh Diberikan ke Golongan Ini
AP/Alexander Zemlianichenko
Dunia
Vaksin COVID-19

Rusia mengklaim vaksin Corona 'Sputnik V' yang mereka kembangkan siap diedarkan pada akhir 2020. Namun rupanya izin edar ini hanya berlaku untuk kelompok tenaga medis dan guru di Rusia.

WowKeren - Rusia bak berusaha menjadi kuda hitam di bidang pengembangan vaksin COVID-19. Diketahui negara tersebut sudah mendaftarkan izin edar vaksin bertajuk "Sputnik V" yang konon bisa diproduksi massal pada akhir 2020 ini.

Efektivitas vaksin ini pun memicu tanya banyak orang karena singkatnya waktu pengembangan, yang tentu akan berpengaruh pada keamanan bila disuntikkan ke masyarakat luas. Dan belakangan terungkap bahwa "Sputnik V" hanya boleh digunakan oleh kelompok kecil yang rentan terpapar COVID-19, dalam hal ini seperti petugas kesehatan.

Sertifikat pendaftaran untuk vaksin yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Rusia ternyata menyebut vaksin tak boleh digunakan secara luas sampai 1 Januari 2021. Namun bagi kelompok kecil yang sudah diizinkan akan mendapat suntikan vaksin pada Oktober 2020 esok.

"Orang-orang di luar uji klinis akan mendapatkan vaksin ini pada bulan Agustus," jelas Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kiriil Dmitriev, dikutip dari Livescience, Jumat (14/8). "Dan skala besarnya akan diberikan pada Oktober mendatang."


Namun saat ini Rusia juga masih terus melanjutkan penelitian terkait efektivitas dan efek samping vaksin tersebut. Termasuk uji klinis tahap III yang akan diadakan secara menyeluruh mulai pekan ini.

Hal senada juga diungkap oleh Menteri Kesehatan Rusia, Mikail Murashko. Menurut Murashko, pihaknya akan mulai melakukan kampanye massal soal vaksin tersebut dalam waktu dekat, terutama ke kelompok pekerja medis dan guru yang menjadi penerima perdana vaksin.

Keberadaan vaksin ini memang terus menjadi pembicaraan panas lantaran minimnya pemberitaan soal pengembangan namun tiba-tiba diklaim siap edar pada akhir 2020. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku tak tahu banyak soal vaksin yang konon sudah diujicobakan pada putri Presiden Vladimir Putin ini.

Namun Rusia baru-baru ini menyatakan bahwa vaksin sudah dikembangkan sejak 6 tahun lalu sehingga bukan hal aneh apabila bisa rampung dalam waktu singkat. Rusia mengklaim vaksin ini dikembangkan dari kandidat vaksin MERS dan Ebola.

"Kami hanya beruntung bahwa virus Corona sangat dekat dengan MERS, jadi kami memiliki cukup banyak vaksin siap pakai tentang MERS. Sudah dipelajari selama dua tahun," terang Dmitriev, dikutip CNBC International, Kamis (13/8). "Lalu sedikit dimodifikasi menjadi vaksin virus Corona."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts