Ekonomi Minus 17 Persen Lebih, Malaysia Bakal Susul Singapura Masuk Jurang Resesi?
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Terpuruknya ekonomi Malaysia tak lepas dari pemberlakuan pembatasan sosial dan jatuhnya perdagangan global mengingat negeri ini bergantung pada perdagangan.

WowKeren - Satu lagi negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan ekonomi terkontraksi. Pada kuartal kedua tahun ini, ekonomi Negeri Jiran minus 17,1 persen.

Ini adalah catatan terburuk sejak 20 tahun terakhir hingga menyebabkan Malaysia ikut terancam masuk jurang resesi. Terpuruknya ekonomi Malaysia tak lepas dari pemberlakuan pembatasan sosial dan jatuhnya perdagangan global.

Yang mana, kondisi ini merupakan yang terparah sejak krisis keuangan global pada 2009 silam. Selain itu, angka tersebut juga rupanya lebih parah dari yang telah diprediksi oleh Bloomberg sebelumnya yakni kontraksi 10,9 persen.

Jika dihitung secara kuartal, pertumbuhan ekonomi Malaysia menyusut sebesar 16,5 persen. Sementara itu, Malaysia selama ini menggantungkan perekonomiannya pada perdagangan.

Ekonom Bank Investasi Kenanga Wan Suhaimi Saidi menyebut Malaysia tengah menuju resesi. Prediksi itu bukan tanpa alasan. Ia menilai hingga saat ini tidak ada tanda-tanda pemulihan dalam permintaan atau pun aktivitas bisnis.


Kendati demikian, Kepala Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohamad Yunus optimis ekonomi Malaysia akan pulih semester kedua tahun ini. Sebab, pemerintah telah memberikan pelonggaran pada pembatasan fisik.

"Perekonomian siap untuk pulih di semester kedua dan rebound lebih lanjut pada 2021," kata dia seperti dilansir AFP, Jumat (14/8). "Saya sangat optimis bahwa yang terburuk telah berlalu."

Pembatasan yang diterapkan berimbas pada penutupan berbagai sektor bisnis yang berujung pada penurunan permintaan yang signifikan. "Pembatasan yang termasuk penutupan bisnis dan karantina dalam rumah mengakibatkan guncangan permintaan dan pasokan," lanjutnya.

Selain perdagangan, ekonomi Malaysia juga bergantung pada sektor wisata. Adanya pembatasan juga turut membuat kondisi wisata terpuruk.

Sebelumnya, Singapura telah lebih dulu mengumumkan jika negaranya telah mengalami resesi akibat pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi cukup dalam. Lalu disusul dengan Korea Selatan, Amerika Serikat dan yang terbaru adalah Filipina. Untuk Indonesia, Istana menegaskan RI masih lebih baik kondisinya dibanding negara lain.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts