Pesawat Kepresidenan Trump Air Force One Nyaris Ditabrak Drone
Getty Images
Dunia

Jika drone mendekati Air Force One, maka hal tersebut menjadi pelanggaran keamanan besar. Sebab drone dilarang beroperasi di wilayah udara keamanan nasional terbatas di sekitar Washington.

WowKeren - Pesawat kepresidenan Presiden AS Donald Trump, Air Force One, dilaporkan nyaris bertabrakan dengan sebuah drone pada Minggu (16/8) waktu setempat.

Dilansir dari CNN pada Rabu (19/8), Angkatan Udara AS sedang meninjau laporan setelah orang-orang yang turut berada di Air Force One (AFO) melihat sebuah objek seperti pesawat tak berawak ketika mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews, Washington.

Dinas Rahasia AS tidak segera menanggapi permintaan untuk mengkonfirmasi laporan tersebut pada Senin. Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara, yang mengkoordinasikan masalah keamanan udara di Amerika Utara, merujuk pertanyaan ke Dinas Rahasia.

Meskipun sangat sulit bagi penyelidik keselamatan penerbangan untuk memverifikasi kejadian singkat tersebut, tampaknya hal itu adalah salah satu dari ribuan insiden keselamatan yang melibatkan perangkat tak berawak di AS yang telah mendorong seruan oleh penegak hukum dan badan keamanan dalam negeri agar diambil tindakan yang lebih besar untuk mengendalikan penggunaannya.

Sementara itu, Airlift Wing ke-89 dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka telah mengetahui laporan tersebut. "Masalahnya sedang ditinjau. Pesawat C-32A mendarat dengan selamat tanpa (menimbulkan) insiden," ujar pernyataan tersebut. "Kami melakukan pendekatan, tapi belum pada pendaratan terakhir. Saya melihat sesuatu dengan bentuk X dan sebagiannya berwarna kuning. Hanya itu yang bisa saya katakan," ujar seorang saksi.


Sedangkan saksi lain mengaku melihat benda tersebut dan bertanya kepada rekannya apakah mereka juga melihat. "Saya belum pernah melihat sesuatu yang sedekat ini dengan pesawat ini, dan jelas bahwa itu bukan pesawat," kata saksi tersebut.

Jika sebuah drone mendekati Air Force One, maka hal tersebut akan menjadi pelanggaran keamanan besar. Sebab drone dilarang beroperasi di wilayah udara keamanan nasional terbatas di sekitar Washington. Gedung Putih menolak berkomentar.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan ada sistem sensor di Pangkalan Gabungan Andrews yang seharusnya mendeteksi objek udara ilegal.

Di sisi lain, Trump sendiri baru sama menggunakan pesawat Air Force One tersebut bersama Melania dan anak mereka, Barron, selepas kunjungan dari New Jersey.

Kebanyakan drone sipil memiliki berat ringan dan mungkin tidak dapat menjatuhkan pesawat jet. Tetapi penelitian pemerintah menunjukkan, kerusakan bisa lebih besar dibanding kecelakaan yang diakibatkan oleh burung berukuran serupa, yang dapat menghancurkan kaca depan kokpit atau merusak mesin.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts