Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Ahok Langsung 'Diserang' Warganet
Nasional

Pertamina mencatatkan kerugian sampai Rp 11 triliun akibat dihantam pandemi COVID-19. Situasi ini menyebabkan kinerja Ahok selaku komisaris utama menjadi buah bibir warganet.

WowKeren - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) benar-benar dibuat babak belur oleh wabah COVID-19. Usai Garuda Indonesia dan PT Perusahaan Listrik Negara, kini giliran Pertamina yang ikut "diguncang" COVID-19.

Tak main-main, Pertamina bahkan dilaporkan merugi sampai Rp 11 triliun. Dan kerugian ini tak hanya membuat Pertamina menjadi bahan pembicaraan panas warganet, tetapi juga sosok sang Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Di lini masa Twitter, baik kata kunci "Pertamina" maupun "Ahok" sedang menjadi buah bibir warganet. Kinerja sang Komut yang pernah blak-blakan mengakui gajinya senilai Rp 170 juta per bulan itu pun menjadi sorotan warganet karena dianggap "gagal" menyelamatkan uang Pertamina.

Apalagi sebelumnya Ahok juga sering sesumbar soal tugasnya untuk menyelamatkan uang Pertamina. Meski kala itu konteksnya adalah penyelamatan uang negara dari para mafia migas nakal yang mencoba mengeruk keuntungan pribadi.


"Waktu Ahok masuk Pertamina dia bilang gini: 'Saya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina' Setelah Ahok masuk, Pertamina justru 'KEHILANGAN UANGNYA' Teman Ahok Indonesia (TAI) mana suaranya?" cuit seorang warganet.

Namun tentu saja masih ada warganet yang mencoba membela kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T," kata seorang warganet. "Klo bukan Ahok komisarisnya, ruginya bisa 110T," imbuh warganet lain.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu pun ikut menyuarakan pendapatnya soal kerugian Pertamina ini. "Dulu saya sdh katakan bhw Ahok sbg Komut jika ditugaskan utk : 1) memagih utang ke pemerintah, 2) minta blok migas dari MenESDM, 3) minta ke Presiden agar tdk membebani Pertamina, 4) menemui DPR agar diberikan anggaran utk penugasan," cuit Said.

Dilansir dari CNN Indonesia, kerugian Pertamina ini dipicu oleh sejumlah pos. Seperti misalnya penurunan penjualan minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi, dan produk minyak dalam negeri hingga penurunan pendapatan dari aktivitas operasi lainnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts