Dinkes Semarang Duga Relawan Vaksin Sinovac Terpapar Corona Karena Ini
Nasional
Vaksin COVID-19

Relawan yang tak disebutkan identitasnya ini ketahuan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 usai menjalani tes swab jelang penyuntikan dosis kedua vaksin. Ia dinyatakan positif corona sepulang dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

WowKeren - Seorang relawan uji klinis vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech Ltd. baru-baru ini dinyatakan positif terpapar corona. Diketahui, perusahaan asal Tiongkok tersebut kini tengha menjalankan uji klinis fase III di Bandung, Jawa Barat.

Relawan yang tak disebutkan identitasnya ini ketahuan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 usai menjalani tes swab jelang penyuntikan dosis kedua vaksin. Relawan tersebut dinyatakan positif COVID-19 usai pulang dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam pun menduga bahwa relawan itu terinfeksi karena virulensi virus yang tinggi.

Sebagai informasi, virulensi adalah takaran kemampuan suatu mikroorganisme (virus) untuk menimbulkan penyakit. Abdul pun menyebut bahwa setiap vaksin atau obat yang sudah beredar juga memiliki nilai efektivitas yang tak sempurna 100 persen.

"Katakanlah vaksin ini efektivitasnya hanya 98 persen dan memiliki kemungkinan 2 persen untuk gagal," jelas Abdul dilansir Kumparan pada Jumat (11/9). "Dalam konteks ini yang bersangkutan mungkin masuk dalam kategori 2 persen yang gagal itu."


Tak hanya itu, Abdul juga menduga relawan tersebut terinfeksi COVID-19 karena vaksinasi yang belum sempurna. "Apalagi terapi vaksinasi yang diberikan belum sempurna, baru satu kali," tutur Abdul.

Oleh sebab itu, Abdul meminta agar tracing yang sebenar-benarnya dilakukan terkait relawan tersebut. Hal ini juga untuk mencegah timbulnya kegaduhan.

"Dicek juga 14 hari sebelumnya yang bersangkutan pergi ke mana selain Semarang, termasuk jalur apa yang ditempuh karena bisa jadi penularannya lewat situ," jelas Abdul. "Apalagi jika menggunakan jalur darat, faktor risiko selalu ada."

Sebelumnya, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran, Prof Kusnandi Rusmil, telah menegaskan bahwa relawan tersebut terinfeksi COVID-19 bukan dari vaksin yang diujikan. Kusnandi juga menegaskan bahwa relawan itu tak akan dikeluarkan alias drop out dari uji klinis dan bakal mendapatkan penjadwalan ulang penyuntikan bila kondisi fisik sang relawan sudah kembali pulih.

"Kalau di penelitian memang kalau yang positif di awal (sebelum penyuntikkan) enggak boleh ikut," jelas Kusnandi, dilansir dari Detik Health, Kamis (10/9). "Tapi kalau dia positif karena pergi darimana-mana itu akan kita suntik ulang, tapi dengan pemantauan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts