Ada Relawan Vaksin Positif COVID-19, Peneliti Beri Pesan Ini
Nasional
Vaksin COVID-19

Kabar seorang relawan uji klinis fase III vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech Ltd. positif terinfeksi virus corona menjelang penyuntikan dosis kedua membuat peneliti kembali memberi pesan ini.

WowKeren - Seorang relawan uji klinis fase III vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech Ltd., baru-baru ini dinyatakan positif COVID-19 menjelang penyuntikan dosis kedua vaksin yang diuji coba tersebut.

Terkait hal ini, peneliti vaksin COVID-19 pun kembali mengingatkan pentingnya melakukan protokol kesehatan. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjadjaran, Prof Kusnandi Rusmil, menghimbau kepada para relawan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Untuk itu semua sukarelawan tetap dihimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah," ungkapnya. "Sukarelawan uji klinik masih akan dipantau kesehatannya selama 6 bulan pasca suntikan terakhir. Uji klinis ini masih panjang jalannya, agar kita bersama-sama dapat menjaga privasi dari sukarelawan."

Kusnandi mengungkapkan pengujian uji klinis terdapat 2 kelompok, ada yang mendapat plasebo ada yang mendapat vaksin. Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind atau tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin. Pada yang mendapat vaksin, kekebalan diharapkan paling cepat 2 minggu pasca suntikan kedua.


Koordinator Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19, Eddy Fadlyana mengungkapkan bahwa setelah relawan terpapar COVID-19, proses pemantauan sebagai relawan masih akan terus dilakukan. Ia memastikan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu proses rangkaian uji klinis terhadap relawan tersebut. "Masih jadi relawan vaksin COVID-19, iya tidak mengganggu," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, relawan yang tak disebutkan namanya itu sempat melakukan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah dan kemungkinan tertular COVID-19 dalam perjalanan tersebut. "Jadi dia sudah disuntik, suntik pertama kali. Kemudian pergi ke Semarang, pas pulang dicek lagi swabnya positif," terang Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran, Prof Kusnandi Rusmil, Rabu (9/9).

Terkait nasib relawan tersebut juga tak akan dikeluarkan alias drop out dari uji klinis begitu saja. Mereka akan mendapatkan penjadwalan ulang penyuntikan bila kondisi fisik sang relawan sudah kembali pulih.

"Kalau di penelitian memang kalau yang positif di awal (sebelum penyuntikkan) enggak boleh ikut," jelas Kusnandi, dilansir dari Detik Health, Kamis (10/9). "Tapi kalau dia positif karena pergi darimana-mana itu akan kita suntik ulang, tapi dengan pemantauan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts