Terungkap Seberapa Bahaya COVID-19: 1 dari 5 Pasien Dewasa Butuh Perawatan Intensif
Pxhere
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti dari Harvard University menyebut setidaknya 1 dari 5 pasien positif COVID-19 pasti berakhir memerlukan perawatan intensif. Hal ini menunjukkan seberapa berbahayanya COVID-19.

WowKeren - COVID-19 jelas bukan wabah penyakit yang bisa dipandang sebelah mata. Bahkan belum lama ini sebuah studi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat menunjukkan seberapa berbahayanya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ini.

Menurut para peneliti, sekitar 1 dari 5 pasien dewasa COVID-19 memerlukan perawatan intensif. Penelitian yang diterbitkan di JAMA Network ini dilakukan pada 3.222 orang berusia 18 sampai 34 tahun.

Dari ribuan pasien itu, sebanyak 10 persen di antaranya membutuhkan ventilator sedangkan 2,7 persen lainnya berakhir meninggal dunia. Sedangkan ada 3 persen pasien lain yang memerlukan perawatan berkelanjutan di fasilitas pengobatan pasca-akut setelah virus "musnah" dari tubuh mereka.

Memang sejauh ini orang dewasa merupakan kelompok yang paling berisiko menyebarkan virus Corona. "Orang-orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an semakin mendorong penyebaran," tutur Takeshi Kasai, direktur WHO regional Pasifik Barat, pada Agustus 2020 silam.


Tak hanya dari segi usianya, peneliti Universitas Harvard juag mendapati pasien-pasien berusia dewasa ini juga mengalami kerusakan organ yang sama oleh virus. Pasien pria disebut lebih berisiko mengalaminya ketimbang perempuan, dan risiko makin besar apabila ia berkulit hitam atau hispanik.

"Mengingat tingkat infeksi COVID-19 yang meningkat tajam pada orang dewasa," terang para peneliti, dilansir pada Senin (14/9). "Temuan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan pencegahan infeksi pada kelompok usia ini."

Namun tingkat keberbahayaan COVID-19 pada usia dewasa tak semestinya membuat kaum muda menjadi tidak waspada. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan tingkat infeksi pada anak-anak berusia 17 tahun ke bawah begitu nyata dan terus-menerus meningkat.

Klaster-klaster sekolah dan fasilitas pendidikan lain pun terbentuk. Seperti enam pendidik di AS yang meninggal dunia ketika anak-anak kembali ke sekolah, atau ribuan mahasiswa yang wajib mengisolasi diri usai tertular virus Corona saat kembali ke kampus.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts