Makin Gawat, Satgas Bongkar ICU Di 20 RS Corona DKI Jakarta Sudah Penuh
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo membongkar situasi rumah sakit rujukan pasien virus corona di DKI Jakarta. Ruang ICU di 20 RS sudah penuh.

WowKeren - Penambahan kasus virus corona di DKI Jakarta memang masih terus meningkat secara signifikan setiap harinya. Tambahan ratusan pasien dalam sehari tentunya telah mempengaruhi kapasitas ruang perawatan di Rumah Sakit (RS) Rujukan Corona di ibu kota.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo lantas membongkar jika ruang ICU di banyak rumah sakit khusus COVID-19 Jakarta telah penuh. Ia mengaku pemerintah terus berusaha menangani permasalahan ini agar tetap terkendali.

Menurut keterangan Doni, ada ICU di 20 rumah sakit COVID-19 Jakarta yang sudah mencapai 100 persen penuh. Presentase ruang ICU yang terpakai telah mengalami peningkatan tajam. Hal ini disebabkan karena setiap satu ruang ICU hanya biasa diisi 1-8 ranjang saja.

”Jadi ada 20 rumah sakit COVID-19 di Jakarta,” kata Doni Monardo dalam keterangan pers usai rapat terbatas soal laporan komite penanganan COVID-19, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (14/9). “Yang jumlah occupancy rate-nya itu telah mencapai 100 persen.”


”Memang kalau dilihat datanya di sini, yang tadi disampaikan Bapak Menko tentang persentase ruang ICU yang mengalami peningkatan, itu betul sekali,” sambungnya. “Karena rata-rata ruang ICU yang penuh itu hanya diisi oleh 1 sampai dengan 8 bed.”

Meski demikian, Doni menerangkan jika ada puluhan ICU di rumah sakit yang jumlah ranjangnya lebih dari 8 dalam satu ruangan. Namun, Doni enggan menjelaskan lebih lanjut apakah puluhan rumah sakit dengan jumlah ranjang yang banyak itu sudah penuh atau belum.

”Sementara ada 47 rumah sakit COVID di Jakarta yang jumlah bed-nya untuk ICU itu di atas 10,” jelas Doni. “Bapak Menteri Kesehatan dan jajaran TNI dan Polri telah melakukan berbagai langkah-langkah, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI, termasuk didukung oleh seluruh pimpinan rumah sakit COVID di Jakarta.”

Oleh sebab itu, Doni mengucapkan terima kasih pada pemerintah pusat yang terus berupaya dalam menangani penularan virus corona bersama dengan Dinas Kesehatan DKI. Selain itu, ia juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprediksi jika rumah sakit COVID-19 di DKI akan penuh pada 17 September mendatang. Dampaknya, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan terpaksa menarik rem darurat dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat lagi demi menekan laju penyebaran virus.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts