Sudah Berjalan Sebulan, Ternyata Baru 200 Relawan Vaksin Corona Sinovac yang Disuntik
Nasional
Vaksin COVID-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima suntikan dosis kedua vaksin Corona Sinovac yang diujicoba di Kota Bandung pada Senin (14/9). Ia pun menegaskan bahwa uji klinis masih berlangsung panjang.

WowKeren - Uji klinis fase III atas vaksin Corona buatan perusahaan bioteknologi asal Tiongkok, Sinovac sudah dimulai sejak Agustus 2020 silam. Uji klinis ini sendiri berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat dan turut melibatkan sejumlah petinggi setempat sebagai relawannya.

Namun sudah berlalu sebulan, rupanya baru 200 relawan yang disuntik sampai dua kali, sesuai prosedur yang berlaku. Padahal diketahui uji klinis ini melibatkan hingga 1.620 subjek penelitian.

"Yang tahap dua (penyuntikan dua kali), sekitar 200-an relawan," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Puskesmas Garuda, Bandung, Senin (14/9). "Nah kami bagian dari angka tadi."

Dengan demikian Ridwan bersama beberapa petinggi lain seperti Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi ikut mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin ini. Pada kesempatan tersebut, Ridwan juga meminta publik untuk bersabar karena proses uji klinis memang memakan waktu yang sangat lama.

Menurut Kang Emil, demikian biasa ia dipanggil, proses paling panjang adalah dalam merekrut relawan untuk menjadi subjek uji klinis. Sebab tak semua yang mendaftar sebagai relawan bisa lolos dalam pemeriksaan kesehatan.


"Masih berproses panjang," tambahnya, seperti dilansir dari Medcom. "Karena baru 400-an yang sudah disuntik tahap satu."

Namun demikian, mantan Wali Kota Bandung itu tetap meminta dukungan dan doa dari masyarakat. Sebab keberadaan vaksin bisa menjadi harapan untuk mengakhiri pandemi COVID-19 yang sudah menginfeksi lebih dari 220 ribu masyarakat Indonesia itu.

Dan selama waktu penantian itu, Emil meminta agar warga tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. "Ikhtiar proses ini kita doakan sama-sama agar berhasil," ujar Emil.

Emil sendiri optimis uji klinis vaksin COVID-19 ini bisa memberikan hasil yang sesuai harapan. Sebagai relawan yang terlibat langsung dalam uji klinis, Emil berharap vaksin yang diujicobakan memang benar bisa meningkatkan imunitas tubuh melawan virus Corona.

Di sisi lain, vaksin memang digadang-gadang menjadi solusi mumpuni dari pandemi COVID-19. Namun demikian, seorang ahli biologi molekuler menyebut Indonesia bisa bebas dari wabah virus Corona asal melakukan hal-hal ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts