Mendagri Bahrain Ungkap Alasan Setuju Normalisasi Hubungan dengan Israel Usai Dikecam Banyak Pihak
AFP
Dunia

Keputusan Bahrain yang sepakat melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel memang menuai banyak kecaman. Terutama dari pihak-pihak yang mendukung kemerdekaan Palestina.

WowKeren - Menteri Dalam Negeri Bahrain, Rashid bin Abdullah Al Khalifa, mengatakan normalisasi hubungan dengan Israel melindungi kepentingan negaranya, namun bukan menjadi bentuk pengabaian terhadap Palestina. Al Khalifa mengatakan langkah itu pun menjadi upaya memperkuat kemitraan strategisnya dengan Amerika Serikat (AS) dan menekan posisi Iran.

"Ini bukan pengabaian perjuangan Palestina ... ini untuk memperkuat keamanan warga Bahrain dan stabilitas ekonomi mereka," kata Al Khalifa dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir dari Republika.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu Bahrain mengatakan akan menormalisasi hubungan dengan Israel, mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan ini pun diakui Al-Khalifa sebagian pertimbangan ketakutan terhadap Iran yang dinilai terus mendominasi.

"Iran telah memilih untuk berperilaku dengan cara yang mendominasi dalam beberapa bentuk dan telah menjadi bahaya terus-menerus yang membahayakan keamanan dalam negeri kami," kata Khalifa.

Khalifa menekankan, sudah seharusnya mengambil langkah bijaksana untuk mencegah bahaya. Bahrain pun menilai normalisasi hubungan dengan IsRAel menjadi upaya yang tepat.


Sementara itu, pada Jumat (11/9) lalu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan kesepakatan damai antara Israel dan Bahrain, menyusul perjanjian serupa dengan Uni Emirat Arab yang diteken pada Agustus lalu.

Usai Trump mengumumkan normalisasi antara Israel dan Bahrain, kedua negara juga menegaskan bahwa mereka akan menjalin hubungan diplomatik penuh. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang sedang berada di Yerusalem juga memuji kesepakatan dengan Bahrain tersebut.

"Rakyat Israel, saya terharu dapat mengatakan kepada Anda bahwa malam ini, kami mencapai kesepakatan damai dengan negara Arab lainnya, Bahrain. Kesepakatan ini menyusul kesepakatan damai dengan Uni Emirat Arab," kata Netanyahu.

Bahrain bahkan setuju untuk meresmikan kesepakatan tersebut dalam upacara di Gedung Putih pada 15 September mendatang. Diketahui, di hari tersebut Uni Emirat Arab juga akan menghadiri upacara serupa untuk meresmikan kesepakatan damai dengan Israel yang sudah tercapai sejak pertengahan Agustus lalu.

Dengan kesepakatan yang dimediasi oleh AS tersebut, Israel berjanji menghentikan pencaplokan di wilayah Tepi Barat. Kesepakatan damai tersebut sangat bersejarah karena selama ini negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab menolak hubungan diplomatik dengan Israel demi membela Palestina.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts