Waduh! Ternyata Butuh 5 Tahun Agar Semua Orang Bisa Disuntik Vaksin Corona
Dunia
Vaksin COVID-19

Dunia terus berlomba-lomba dalam memproduksi vaksin virus corona. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap butuh waktu 5 tahun agar semua orang bisa dapat vaksin COVID-19.

WowKeren - Pandemi virus corona dipercaya banyak ahli hanya bisa selesai jika vaksin ditemukan. Berbagai negara di dunia kini terus berlomba-lomba dalam menciptakan dan memproduksi vaksin COVID-19 dimana kebutuhannya sudah semakin mendesak.

Perkembangan terbaru bahkan menunjukkan adanya kandidat kuat vaksin virus corona dari beberapa negara. Beberapa vaksin telah memasuki uji klinis fase akhir dan siap diproduksi dalam waktu dekat.

Namun, penelitian terbaru dari Institute of India mengungkapkan jika proses distribusi vaksin COVID-19 sendiri sangatlah lama. Vaksin virus corona sendiri hanya akan dianggap efektif jika diberikan dengan benar, menjangkau semua populasi rentan yang berisiko dan memberikan perlindungan yang memadai.

CEO Serum Institute of India, Adar Poonawallah menjelaskan jika butuh waktu minimal 4 hingga 5 tahun untuk memvaksinasi semua orang dan membasmi virus corona secara tuntas. “Ini akan memakan waktu empat hingga lima tahun sampai semua orang mendapatkan vaksin di planet ini,” ungkap Poonawallah seperti dilansir dari Times of India, Selasa (15/9).


Poonawallah menyinggung sejumlah permasalahan yang mungkin terjadi dalam proses pengembangan vaksin COVID-19. Salah satunya adalah perbedaan dan rintangan yang dihadapi perusahaan dalam memproduksi vaksin untuk semua orang.

Selain itu, permasalahan lainnya adalah kurangnya pusat produksi, kekurangan infrastruktur, kemungkinan tidak ada cukup dosis yang tersedia untuk semua orang hingga banyak strategi yang perlu dilakukan sebelum administrasi selesai. Oleh sebab itu, Poonawallah mengingatkan dunia agar tidak sepenuhnya hanya bergantung pada vaksin virus corona saja.

CEO berusia 38 tahun ini mencontohkan situasi pengembangan vaksin di negaranya. Meskipun India menjadi salah satu produsen utama vaksin COVID-19, namun kurangnya pasokan dan pengiriman berpotensi menimbulkan risiko bagi distribusi vaksin di negara tersebut.

”Saya masih belum melihat rencana yang tepat di atas kertas untuk melakukan itu (di India) melebihi dosis 400m,” jelas Poonawallah. “Anda tidak ingin terjebak dalam situasi di mana Anda memiliki kapasitas vaksin yang cukup untuk negara Anda, tetapi Anda tidak dapat mengkonsumsinya.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts