Arab Saudi Bakal Longgarkan Lockdown COVID-19 Mulai Akhir Tahun 2020
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga mengungkapkan akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut setelah 1 Januari 2021, yang akan diumumkan pada Desember 2020.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi berencana melonggarkan seluruh pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) mulai akhir 2020 hingga awal 2021 mendatang.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan mereka akan mencabut penangguhan penerbangan internasional mulai 15 September 2020, enam bulan setelah pembatasan perjalanan karena adanya pandemi virus corona. Selain itu, Saudi juga mengungkapkan akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut setelah 1 Januari 2021 pada tanggal tertentu, yang akan diumumkan pada Desember 2020.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga menjelaskan bahwa warga di negara kawasan Teluk dan non-Saudi dengan izin tinggal "iqama" atau visa kunjungan dapat memasuki Saudi mulai 15 September. Namun, mereka memberikan syarat telah dites dan dinyatakan negatif virus corona dalam 48 jam sebelumnya.

Kategori lainnya, seperti pegawai pemerintah dan militer, pekerja kedutaan asing dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis, juga akan diizinkan masuk dan keluar mulai 15 September.


Kemudian untuk keluarga yang dipisahkan oleh penguncian wilayah (lockdown) juga dapat melakukan perjalanan untuk bergabung dengan orang yang mereka cintai di luar kerajaan, karena pihak berwenang telah memasukkan mereka dalam pengecualian.

Warga Saudi dengan bukti domisili di luar Saudi juga dapat melakukan perjalanan, dan akan ada langkah bertahap untuk mencabut penangguhan ibadah haji serta umrah.

Sementara itu, mengenai izin umroh, hingga saat ini belum ada informasi terkait negara mana dan siapa saja yang boleh melaksanakannya dalam waktu dekat. Namun, seiring dengan dicabutnya larangan izin berkunjung ke Arab Saudi kepada seluruh negara, pemerintah setempat akan mengumumkan rencana untuk membuka izin pelaksanaan umrah secara bertahap.

Sebagai informasi tambahan, Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional sejak Maret demi menahan laju penyebaran COVID-19, yang menyebabkan banyak warga negaranya terdampar di luar negeri. Kemudian pada Juni lalu, Arab Saudi memutuskan untuk mengakhiri jam malam di seluruh kerajaan dan mencabut pembatasan bisnis, termasuk bioskop dan tempat hiburan lainnya.

Saat ini, laju kasus positif COVID-19 telah meningkat menjadi lebih dari 325 ribu kasus dan lebih dari 4.200 kematian. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara Timur Tengah lain.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts