Diproyeksi Siap Edar Tahun Depan, Harga Vaksin Corona Sinovac Dipatok Sampai Hampir Rp 300 Ribu
Nasional
Vaksin COVID-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan satu vial vaksin COVID-19 buatan Sinovac Tiongkok akan dihargai rentang Rp 148 ribu sampai Rp 296 ribu.

WowKeren - Vaksin antivirus Corona buatan Sinovac, Tiongkok yang sudah bekerja sama dengan PT Bio Farma diketahui sudah menjalani uji klinis fase III. Vaksin itu sendiri diproyeksikan siap edar pada awal tahun 2021 mengingat uji klinis fase III harus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang, yakni 6 bulan.

Dan kekinian, pemerintah sudah mulai membocorkan patokan harga untuk satu vial vaksin tersebut. Disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, terungkap bahwa vaksin itu akan dibanderol pada rentang maksimal hampir Rp 300 ribu.

"Harga vaksin Sinovac antara USD 10 sampai USD 20," kata Airlangga dalam Sarasehan Virtual 100 Ekonom, Selasa (15/9). Bila dikonversikan dengan kurs Dolar Amerika Serikat saat ini, maka harga vaksin kurang lebih pada rentang Rp 148 ribu sampai Rp 296 ribu.

Namun Airlangga menyebut vaksin lain kemungkinan besar bisa dibanderol dengan harga jauh lebih rendah ketimbang ini. Seperti misalnya vaksin yang dikembangkan oleh Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) dan Coalition for Epidemic Prepareness Inovation (CEPI), yang diyakini bakal lebih murah.


"GAVI dan CEPI ini adalah kegiatan multilateral berbagai lembaga dan negara untuk dapat vaksin sebagai public services," terang Airlangga, dilansir dari CNBC Indonesia. Dengan status demikian, harga vaksinnya akan berkisar antara USD 3-5, atau setara Rp 44.400-74.000.

Proses vaksinasi tiap jenis vaksin pun berbeda, demikian disampaikan Airlangga selanjutnya. "Ada yang satu kali, dua kali. Sinovac dua kali, tentu berbeda metode dan harga," ujar mantan Menteri Perindustrian itu.

Hanya saja untuk vaksin Sinovac ditarget akan mulai divaksinasi kepada masyarakat mulai awal tahun 2021. Pemerintah berkomitmen menyediakan sampai 30 juta dosis pada Kuartal IV 2020. "Nanti pada Kuartal I 2021 sudah bisa melakukan vaksinasi subjek," pungkas Airlangga.

Di sisi lain, uji klinis fase III vaksin Sinovac masih akan berlangsung panjang. Pasalnya dari 1.620 relawan yang dilibatkan, baru 200 di antaranya yang sudah disuntik sampai 2 kali sebagaimana standar operasional yang berlaku.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sendiri menjadi salah satu di antara 200 relawan itu. Terkait dengan lambatnya proses uji klinis, Ridwan menyebut tahapan seleksi dan pemeriksaan kesehatan relawan merupakan yang memakan waktu paling lama.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts