Bill Gates Sebut Temuan Vaksin Tetap Bisa Tingkatkan Kematian Akibat Corona, Kenapa?
Getty Images/Inga Kjer
Dunia
Vaksin COVID-19

Menurut Gates krisis ini bisa terjadi apabila dosis awal vaksin tak didistribusikan secara adil. Pasalnya saat ini sudah banyak negara kaya yang mulai menimbun vaksin.

WowKeren - Milyuner Bill Gates kembali memberikan pendapatnya soal perkembangan wabah virus Corona, termasuk penanganannya yang belakangan fokus ke pengembangan vaksin. Namun kali ini Gates malah menunjukkan pandangan negatif terkait perkembangan vaksin, lantaran ia menyebut keberadaan vaksin bisa saja meningkatkan angka kematian.

Menurut Gates, situasi ini bisa terjadi apabila dunia salah dalam mengalokasikan pendistribusian vaksin. Hal ini merupakan pertanyaan besar baginya terkait pengembangan vaksin, yakni bagaimana membuat dan mendistribusikan senyawa penawar virus itu kepada mereka yang membutuhkan, dalam hal ini terutama negara-negara miskin.

"Seharusnya tidak hanya negara kaya yang memenangkan perang pengadaan vaksin," tutur Gates, dikutip dari CNBC International, Selasa (15/9). "Salah mengalokasikan vaksin akan membuat penambahan kematian yang dramatis."

Diketahui beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris sudah terlebih dahulu memesan sampai miliaran dosis vaksin COVID-19. Dengan kapasitas produksi vaksin yang terbatas, maka dipastikan persediaan senyawa penawar virus itu akan terbatas di tahun-tahun mendatang.


Padahal tak semua negara memiliki kemampuan untuk bisa memesan vaksin jauh di awal seperti itu. Dan hal inilah yang belakangan menjadi concern dari otoritas terkait, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni memastikan vaksin bisa diakses bahkan oleh negara miskin sekaligus.

Di sisi lain, pengadaan vaksin bagi negara miskin merupakan upaya untuk mencegah penurunan tingkat kesejahteraan lebih lanjut. Sebab dalam laporan terbaru Bill and Melinda Gates Foundation yang bertajuk "The Goalkeepers Report" menyatakan tanpa vaksin, virus Corona dapat menciptakan lebih banyak kerugian pada populasi rentan.

Penimbunan vaksin sampai miliaran dosis ini bahkan rupanya bisa menyebabkan 2 kali lebih banyak orang meninggal akibat COVID-19. Hal ini dikutip dari pemodelan yang dilakukan Northeastern University. Namun krisis tersebut bisa dicegah apabila vaksin didistribusikan secara adil kepada semua pihak yang memerlukan.

"Pandemi, di hampir setiap dimensi, memperburuk ketimpangan," ujar Gates menjelang perilisan laporannya. "Negara-negara miskin menderita jauh lebih banyak daripada negara-negara kaya karena kekurangan sumber daya fiskal."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts