Wisma Atlet Beri Penjelasan Soal Antrean Ambulans yang Viral Berbaris di Depan RSD
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Antrean tersebut adalah pendaftaran isolasi mandiri di tower 5. Lalu di saat yang bersamaan juga ada pasien COVID-19 yang mengantre untuk masuk ke tower 6 dan 7.

WowKeren - Jagat maya kembali digegerkan dengan video viral soal Wisma Atlet. Dalam video itu terlihat antrean sejumlah ambulans yang berbaris di depan RSD.

Koordinator Operasional RSD Wisma Atlet, Kolonel dr Stefanus Dony pun membenarkan hal ini. Ia menuturkan jika antrean semacam ini sudah biasa terjadi.

"Itu terjadi hal yang biasa antre untuk masuk ke IGD," kata Stefanus dilansir detikcom, Rabu (16/9). "Dan terjadi sesaat ya ramai sebelum jam 21.00 WIB."

Ia mengungkapkan jika antrean tersebut adalah pendaftaran isolasi mandiri di tower 5. Lalu di saat yang bersamaan juga ada pasien COVID-19 yang bergejala ringan hingga sedang tengah mengantre untuk masuk ke tower 6 dan 7.

"Itu kan sekarang ada yang isolasi mandiri untuk tower 5," ujarnya menjelaskan. "Dan pasien gejala ringan sampai dengan sedang di RSDC tower 6 dan 7."


Lebih jauh, ia meyakinkan jika antrean tersebut bukan terjadi lantaran kamar isolasi di Wisma Atlet sudah penuh sesak. Sebaliknya, Wisma Atlet masih memiliki ketersediaan ruang untuk menampung pasien.

"Bukan karena penuh," imbuhnya. "Kan masih banyak tempat, itu hanya datangnya aja bersamaan jadi perlu antrean."

Sebelumnya, sebuah unggahan foto di warganet juga sempat menuai sorotan. Seluruh lampu kamar di tower Wisma Atlet terlihat menyala sehingga tak sedikit warganet yang berspekulasi jika kamar Wisma Atlet sudah terisi penuh untuk merawat pasien COVID-19.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian pun menjelaskan alasan mengapa lampu di semua kamar menyala terang. Bukan karena penuh, namun hal itu justru menunjukkan kesiapan Wisma Atlet.

Bahkan kekinian, rumah sakit darurat (RSD) tersebut kabarnya menambah 2 tower lagi untuk merawat pasien. Tower ini akan dikhususkan untuk mengisolasi pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG. "Ada flat 4-5 untuk melayani masyarakat yang positif COVID namun tanpa gejala," kata Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo, Sabtu (12/9).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts