Video Ospeknya Viral, Kemendikbud 'Sentil' Rektor Unesa Soal Kampus Merdeka
googlemaps
Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi model ospek 'bentak-bentak' milik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tengah viral baru-baru ini.

WowKeren - Video kegiatan ospek daring yang digelar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tengah viral di media sosial. Pasalnya, dalam video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi model ospek 'bentak-bentak' tersebut. "Oh iya (bakal dievaluasi) makanya saya langsung telepon rektor (Unesa)," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani dilansir detikcom, Rabu (16/9).

Paristiyanti menegaskan ospek bertujuan agar mahasiswa baru terbiasa dengan situasi di perguruan tinggi. Sehingga perlunya evaluasi jika ospek yang diterapkan masih berupa model bentak membentak.

"(Ospek) untuk pengenalan (kampus) agar mahasiswa baru itu adaptif terhadap situasi proses pembelajaran baru di perguruan tinggi," lanjutnya. "Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 kan ada kampus merdeka, merdeka belajar."


Lebih lanjut, ia dan pihaknya telah berkomunikasi dengan Unesa dan panitia yang terlibat dalam ospek tersebut. "Ibu sudah komunikasi langsung jadi bapak rdan teman-teman panitia (ospek Unesa) sudah langsung rapat dan langsung press rilis hari ini dan kita selalu mencoba menjadi Ibu akademis yang baik bagi semuanya, bahwa ospek adalah orientasi untuk memperkenalkan lingkungan rumah baru bagi mahasiswa," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, pihak kampus menyayangkan adanya peristiwa tersebut. "Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Rektor Unesa Nurhasan dalam keterangan tertulisnya.

Nurhasan mengatakan jika pihaknya bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Serta seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Tak hanya itu, Unesa juga akan menyediakan layanan konseling psikologi untuk maba ataupun panitia Komdis (Komisi Disiplin) yang terlibat dalam ospek viral tersebut. "Kami mencoba melakukan konseling dengan maba dan panitia agar bisa diketahui kondisi psikologis mereka," ujar Humas Unesa Vinda Maya. "Karena ketika ini (video) viral secara psikologis tentu akan mengganggu mereka."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts